Menyikapi hal ini, wakil masyarakat Desa Duren, Hardian, A.Md, yang akrab disapa Kang Baim, angkat bicara mengenai kriteria pemimpin yang dibutuhkan untuk membawa perubahan nyata di wilayahnya.
Karawang, otentiknews.click – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Karawang resmi mengumumkan sebanyak 67 desa akan mengakhiri masa jabatan Kepala Desa (Kades) pada tahun 2025 ini.
Pengumuman tersebut mulai memicu geliat politik di tingkat desa, termasuk di Desa Duren, Kecamatan Klari.

Menyikapi hal ini, wakil masyarakat Desa Duren, Hardian, A.Md, yang akrab disapa Kang Baim, angkat bicara mengenai kriteria pemimpin yang dibutuhkan untuk membawa perubahan nyata di wilayahnya.
Menurut Kang Baim, momentum Pilkades serentak Karawang 2026 mendatang harus menjadi ajang bagi masyarakat untuk memilih figur yang benar-benar berkompeten.
Ia menekankan bahwa Desa Duren tidak bisa lagi dikelola dengan cara-cara lama.
“Desa Duren harus dipimpin oleh orang yang didukung penuh oleh masyarakat dan mampu membangun Duren jauh lebih baik lagi. Salah satu kuncinya adalah pemimpin tersebut harus terbuka dalam hal komunikasi kepada warga,” ujar Kang Baim kepada awak media, Kamis (23/04/2026.
Lebih lanjut, kang Baim mengatakan bahwa tantangan zaman menuntut sosok pemimpin yang tidak gagap teknologi. Kriteria “Smart” dan visioner menjadi harga mati bagi calon pemimpin Desa Duren ke depan.
“Pemimpin itu harus smart, melek teknologi, dan punya visi yang jelas dalam membangun Desa Duren. Kita butuh akselerasi pembangunan, bukan sekadar menjalankan rutinitas,” tegasnya.
Selain faktor kecerdasan, Kang Baim juga menyoroti aspek transparansi. Menurutnya, keterbukaan informasi mengenai pembangunan desa menjadi pondasi utama dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah desa.
“Masyarakat harus tahu apa yang sedang dan akan dikerjakan. Transparansi info tentang pembangunan desa adalah wajib. Menuju Pilkades Karawang 2026, Desa Duren harus memiliki calon yang berkompeten dan benar-benar smart dalam mengelola potensi desa,” pungkasnya. (red).


