Aksi tersebut merupakan bentuk protes atas dugaan pemukulan dan intimidasi yang dilakukan oleh oknum sekuriti perusahaan terhadap aparatur Desa Wanasari pada akhir Maret 2026.
Karawang, otentiknews.click – Puluhan ribu aparatur desa se-Jawa Barat yang tergabung dalam Asosiasi Pemerintahan Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Merah Putih menggelar aksi unjuk rasa di depan gerbang PT Pertiwi Lestari, kawasan Industri Artha, Telukjambe Barat, Karawang, Senin (06/04/2026).

Aksi tersebut merupakan bentuk protes atas dugaan pemukulan dan intimidasi yang dilakukan oleh oknum sekuriti perusahaan terhadap aparatur Desa Wanasari pada akhir Maret 2026.
Sejak pagi hari, massa aksi memadati lokasi dan menyampaikan aspirasi melalui orasi secara bergantian dari atas mobil komando. Dalam tuntutannya, massa mendesak pihak perusahaan untuk bertanggung jawab atas insiden yang dinilai mencederai kehormatan dan kewibawaan aparatur desa.
Ketua APDESI Jawa Barat, Sukarya WK, dalam pernyataannya menegaskan bahwa pihaknya telah menempuh upaya komunikasi sebelum aksi digelar.

“Kami telah dua kali melayangkan surat resmi kepada pihak perusahaan dalam kurun waktu 10 hari, namun tidak mendapatkan tanggapan,” ujarnya di hadapan massa aksi.
Ia juga menyampaikan adanya dugaan pengeroyokan yang melibatkan oknum sekuriti serta pihak lain yang diduga terkait dengan perusahaan. Menurutnya, aparatur desa sebelumnya telah mengedepankan langkah persuasif, namun tidak direspons secara memadai oleh pihak perusahaan.
Perwakilan aparatur desa dari APDESI Kabupaten Garut menegaskan bahwa kasus tersebut harus diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
“Ini adalah negara hukum. Kami meminta agar pihak perusahaan segera memproses oknum sekuriti yang diduga melakukan tindakan kekerasan terhadap aparatur Desa Wanasari,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia mengajak seluruh aparatur desa untuk tetap menjaga solidaritas serta tidak terpengaruh oleh segala bentuk intimidasi. Massa aksi juga menyampaikan akan kembali melakukan aksi dengan jumlah yang lebih besar apabila tuntutan tidak diindahkan.
APDESI menyebutkan bahwa pihaknya memiliki jaringan lebih dari 70 ribu desa di seluruh Indonesia, termasuk dukungan dari anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Dalam aksi ini, perwakilan aparatur desa dari berbagai wilayah di Jawa Barat turut hadir.
Sebelumnya, insiden bentrokan antara perangkat Pemerintah Desa Wanasari dengan pihak PT Pertiwi Lestari terjadi pada Selasa (31/03/2026). Peristiwa tersebut diduga dipicu oleh sengketa aset desa berupa 12 kabel optik yang berada di dalam kawasan perusahaan.
Hingga berita ini diturunkan, pihak PT Pertiwi Lestari belum memberikan keterangan resmi terkait tuntutan yang disampaikan oleh massa aksi. (***)


