Hal ini disampaikan Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat H. Budiwanto, S.Si, MM saat melaksanakan agenda Dialog Wakil Rakyat di Desa Bayur Kidul, Kecamatan Cilamaya Kulon, Kabupaten Karawang.
Karawang, otentiknews.click – Hari Raya Idul Fitri 1r47 Hijriah tidak hanya menjadi momentum kemenangan spiritual setelah menjalani ibadah puasa selama bulan Ramadhan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk membangkitkan semangat kemandirian ekonomi umat.

Hal ini disampaikan Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat H. Budiwanto, S.Si, MM saat melaksanakan agenda Dialog Wakil Rakyat di Desa Bayur Kidul, Kecamatan Cilamaya Kulon, Kabupaten Karawang.
Menurutnya, makna Idul Fitri yang berarti kembali kepada fitrah harus dimaknai lebih luas, tidak hanya dalam aspek ibadah tetapi juga dalam membangun kehidupan yang lebih mandiri, produktif, dan bermanfaat bagi masyarakat.
“Idul Fitri adalah momentum untuk kembali kepada fitrah, memperbaiki diri sekaligus memperkuat semangat membangun kehidupan yang lebih baik, termasuk dalam hal kemandirian ekonomi umat,” ujar Budiwanto Selasa (17/03/2026).
Ia menekankan bahwa ekonomi umat perlu dibangun berbasis produktivitas, dengan memanfaatkan potensi yang ada di lingkungan masyarakat, terutama di sektor pertanian, peternakan, dan perikanan yang selama ini menjadi kekuatan utama di wilayah pedesaan.
Lebih lanjut Budiwanto mengatakan, aktivitas produktif seperti menanam di pekarangan rumah, beternak skala keluarga, serta budidaya ikan dapat menjadi langkah sederhana namun berdampak besar dalam memperkuat ketahanan pangan keluarga.
“Pertanian, peternakan dan perikanan keluarga dapat menjadi fondasi ekonomi umat. Jika setiap keluarga mampu memanfaatkan lahan yang ada untuk kegiatan produktif, maka ketahanan pangan masyarakat akan semakin kuat,” jelasnya.
Budiwanto juga berharap pemerintah daerah terus memberikan dukungan melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat, sehingga potensi ekonomi berbasis keluarga dan desa dapat berkembang lebih baik.
“Dengan semangat Idul Fitri, kita ingin masyarakat tidak hanya kuat secara spiritual, tetapi juga semakin mandiri secara ekonomi dan pangan,” pungkasnya. (***).


