Kedatangan kaum intelektual muda Muhammadiyah ini bukan sekadar kunjungan seremonial, melainkan untuk menyodorkan dokumen Naskah Akademik Strategis berisi tawaran solusi konkret atas sengkarut masalah pembangunan di Karawang.
Karawang, otentiknews.click – Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Kabupaten Karawang melakukan manuver strategis dengan menyambangi kantor DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Karawang, Selasa (27/01/2027).

Kedatangan kaum intelektual muda Muhammadiyah ini bukan sekadar kunjungan seremonial, melainkan untuk menyodorkan dokumen Naskah Akademik Strategis berisi tawaran solusi konkret atas sengkarut masalah pembangunan di Karawang.
Dalam pertemuan tersebut, IMM mempresentasikan “Empat Pilar Intervensi Strategis” yang didesain untuk menjawab paradoks Karawang sebagai kota industri namun tinggi angka pengangguran. Keempat pilar tersebut adalah: (1) Kemitraan Riset Kebijakan (Evidence-Based Advocacy), (2) Pemberdayaan Desa Tertinggal (Rural Engineering), (3) Dakwah Kaum Muda, dan (4) Kemandirian Ekonomi UMKM Mahasiswa.
Politik Gagasan, Bukan Politik Transaksional

Ketua Umum PC IMM Karawang, Dino Robika Patardo, menegaskan bahwa langkah ini adalah bentuk tanggung jawab moral mahasiswa. IMM menawarkan diri sebagai “Mitra Kritis Berbasis Riset” bagi Fraksi PKS di DPRD.
“Kami datang tidak membawa proposal bantuan dana, tapi membawa proposal gagasan. Kami melihat fungsi pengawasan legislatif di Karawang lemah karena minim data pembanding. IMM siap mengisi kekosongan itu dengan menyuplai riset lapangan agar kebijakan Pemda bisa dikoreksi secara ilmiah,” tegas Dino.
Bukan Hanya PKS Nafas Perjuangan Panjang
Yang menarik, Dino Robika Patardo bahwa Naskah Akademik ini tidak eksklusif hanya untuk PKS. Pihaknya menegaskan bahwa pertemuan dengan PKS hanyalah pembuka dari rangkaian “Safari Politik Gagasan”.
“Napas perjuangan IMM itu panjang, tidak berhenti di satu partai. Kami pastikan dokumen Naskah Akademik ini juga akan kami bawa dan tantangan ke partai-partai politik lain di Karawang,” ujar Dino.
Menurutnya, langkah ini diambil untuk menjaga independensi IMM sekaligus memperluas spektrum perjuangan. IMM ingin memastikan bahwa aspirasi mahasiswa tentang pengangguran, lingkungan, dan pendidikan didengar oleh seluruh spektrum kekuatan politik, baik koalisi maupun oposisi.
“Kami ingin menguji nyali intelektual partai-partai di Karawang. Siapa yang berani berkomitmen menjalankan rekomendasi riset mahasiswa, itulah mitra sejati rakyat. Hari ini PKS, besok partai lain. Kami tidak ingin gagasan ini mati hanya karena sekat warna bendera,” tambahnya dengan tajam.
Sambutan PKS
Merespons hal tersebut, Ketua DPD PKS Karawang, Adin Jaelani Sopian, S.E., M.E menyambut positif tantangan intelektual dari IMM. PKS berkomitmen untuk menindaklanjuti tawaran tersebut dengan mensinergikan program IMM ke dalam alokasi aspirasi (Pokir) legislatif, terutama dalam sektor pembinaan pemuda dan pemberdayaan desa.
Dengan langkah ini, IMM Karawang berharap dapat mengubah lanskap gerakan mahasiswa di Karawang dari sekadar aksi massa menjadi gerakan intelektual-organik yang mampu memengaruhi kebijakan publik secara langsung. (***).


