10.7 C
New York
Senin, Maret 16, 2026
spot_img

Mudik atau Pulang Kampung, Berikut Penjelasan Waketum PWNU Jabar Dr. Sri Raharjo, S.H.,M.H.,MMRS

spot_img

“Semua cerita saat mudik menjadi bahan pembicaraan menarik saat di kampung halaman bersama keluarga, saudara, teman dan masyarakat,” jelas Dr. Sri Raharjo yang juga Ketua Asosiasi Klinik (Asklin) Cabang Karawang melalui keterangan resmi kepada otentiknews.click,

Karawang, otentiknews.click – Wakil Ketua Umum (Waketum) Tanfidziah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama PWNU Jawa Barat Dr.Sri Raharjo, S.H., M.H., MMRS menjelaskan, Tradisi Mudik (mulih dilik) sudah menjadi tradisi yang selalu dilakukan setiap Lebaran atau hari raya idul fitri, mudik secara umum berarti sebagai pulang kampung atau ke daerah asalnya.

Berita Lainnya  Polres Karawang Siagakan 785 Personel dalam Operasi Ketupat Lodaya 2026

Para pelaku mudik adalah orang-orang yang merantau ke daerah lain untuk mencari rezeki, bekerja, berdinas. Pada kesempatan libur panjang seperti lebaran, mereka memanfaatkannya untuk berkumpul dengan keluarga.

Dr. Sri Raharjo, S.H.,M.H.,MMRS Waketum PWNU Jawa Barat. Foto :Dok.istimewa/otentiknews.click

Dikatakan Dr. Sri, Mudik menjadi tradisi yang hampir menjadi kewajiban bagi para perantau. Jarak jauh antara kampung halaman dan tempat bekerja menjadikan mereka tak bisa pulang sewaktu-waktu.

“Semua cerita saat mudik menjadi bahan pembicaraan menarik saat di kampung halaman bersama keluarga, saudara, teman dan masyarakat,” jelas Dr. Sri Raharjo yang juga Ketua Asosiasi Klinik (Asklin) Cabang Karawang melalui keterangan resmi kepada otentiknews.click, Sabtu (29/3/2025) malam

Berita Lainnya  Bupati Karawang Aep Syaepuloh, Resmi Melantik 9 Kepala Desa Hasil Pilkades Digital 

Lebih lanjut Dr. Sri menjelaskan, mudik bukan hanya tentang kembali ke kampung halaman, tetapi juga mencerminkan nilai-nilai budaya, sosial, dan ekonomi dalam kehidupan masyarakat Indonesia.

“Tradisi ini tetap bertahan dan berkembang seiring waktu. Mudik adalah bagian tak terpisahkan dari identitas bangsa Indonesia yang terus menjadi momen, khususnya bagi jutaan orang setiap tahunnya,” jelasnya

Dr. Sri menyebut, Mudik bisa memiliki makna spiritual, yaitu sebagai bentuk syukur atas kesempatan beribadah puasa dan merayakan lebaran bersama keluarga.

“Tradisi ini juga menjadi sarana untuk mempererat silaturahmi, melestarikan budaya, dan meningkatkan nilai spiritual dalam kehidupan masyarakat,” pungkasnya. (red). 

Berita Lainnya  Polres Karawang Buka Layanan Penitipan Motor Gratis di Seluruh Polsek

BERITA LAINNYA

POLITIK

- Advertisement -spot_img

HUKUM & KRIMINAL

PERISTIWA

INDEKS

BERITA POPULER