Ketua Asosiasi Klinik Indonesia (Asklin) Cabang Kabupaten Karawang, Dr. dr. H. Sri Raharjo, SH, MH, MMRS, CPHM, Adv, yang juga menjabat Wakil Ketua Tanfidziah PWNU Jawa Barat, mengingatkan masyarakat agar memperhatikan kondisi fisik sebelum melakukan perjalanan mudik agar perjalanan tetap aman dan nyaman.
Karawang, otentiknews.click – Tradisi mudik Lebaran yang setiap tahun dilakukan masyarakat Indonesia memerlukan persiapan matang, terutama dari sisi kesehatan. Perjalanan jauh, kemacetan panjang, serta kelelahan berlebih berpotensi menimbulkan berbagai gangguan kesehatan bagi para pemudik.

Ketua Asosiasi Klinik Indonesia (Asklin) Cabang Kabupaten Karawang, Dr. dr. H. Sri Raharjo, SH, MH, MMRS, CPHM, Adv, yang juga menjabat Wakil Ketua Tanfidziah PWNU Jawa Barat, mengingatkan masyarakat agar memperhatikan kondisi fisik sebelum melakukan perjalanan mudik agar perjalanan tetap aman dan nyaman.
Menurutnya, kunci utama mudik yang sehat adalah persiapan fisik, kendaraan, serta bekal yang cukup sebelum berangkat.
“Pastikan tubuh dalam kondisi fit dengan istirahat cukup sekitar 6–8 jam sebelum perjalanan. Selain itu, pemudik juga disarankan membawa obat-obatan pribadi atau perlengkapan P3K, serta beristirahat setiap 2–3 jam saat berkendara untuk mencegah kelelahan,” ujar Dr. Sri Raharjo kepada otentiknews.click Jum’at (13/03/2026).
Ia menambahkan bahwa selama perjalanan mudik, pemudik juga perlu memperhatikan pola makan dan asupan cairan agar tubuh tetap terjaga. Mengonsumsi makanan sehat serta cukup minum air putih dapat membantu menjaga stamina selama perjalanan panjang.
“Perjalanan mudik yang panjang juga bisa membuat seseorang rentan mengalami gangguan kesehatan seperti mabuk perjalanan, infeksi saluran pernapasan (ISPA), hingga gangguan pencernaan akibat konsumsi makanan yang tidak higienis,” tambahnya.
Untuk itu, Dr. Sri Raharjo memberikan beberapa tips kesehatan agar mudik tetap aman dan nyaman, antara lain:
Merencanakan rute perjalanan secara matang
Membawa obat-obatan pribadi atau perlengkapan P3K
Menghindari konsumsi makanan sembarangan selama perjalanan
Beristirahat apabila merasa lelah
Mengelola stres selama perjalanan agar tetap tenang
Tetap menerapkan protokol kesehatan
Selain itu, ia juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penularan penyakit menular selama periode mudik Lebaran, salah satunya penyakit campak.
“Mobilitas masyarakat yang meningkat serta potensi kerumunan selama musim mudik dapat meningkatkan risiko penularan penyakit. Kewaspadaan perlu ditingkatkan terutama pada anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi lengkap,” jelasnya.
Dr. Sri Raharjo berharap masyarakat dapat mempersiapkan perjalanan mudik dengan baik sehingga dapat berkumpul bersama keluarga di kampung halaman dalam kondisi sehat dan selamat.
“Tujuan mudik adalah bersilaturahmi dan merayakan Lebaran bersama keluarga. Oleh karena itu, kesehatan harus menjadi prioritas utama selama perjalanan,” pungkasnya. (red).


