“UMKM Karawang terus kami dorong agar naik kelas dan mampu menembus pangsa pasar yang lebih luas hingga skala nasional. Bahkan secara individu sudah ada pelaku UMKM yang mulai melakukan ekspor,” ujar Dindin kepada wartawan, Minggu (08/03/2026) malam.
Karawang, otentiknews.click – Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (DisperindagkopUKM) Kabupaten Karawang terus mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) agar naik kelas dan mampu menembus pasar yang lebih luas hingga tingkat nasional bahkan internasional.

Kepala DisperindagkopUKM Karawang, H. Dindin Rachmadhy, mengatakan bahwa saat ini sejumlah UMKM Karawang sudah mulai menunjukkan perkembangan signifikan, bahkan sebagian di antaranya telah mampu masuk dalam berbagai event tingkat provinsi maupun nasional.
“UMKM Karawang terus kami dorong agar naik kelas dan mampu menembus pangsa pasar yang lebih luas hingga skala nasional. Bahkan secara individu sudah ada pelaku UMKM yang mulai melakukan ekspor,” ujar Dindin kepada wartawan, Minggu (08/03/2026) malam.
Untuk memperkuat ekosistem UMKM, DisperindagkopUKM Karawang juga menjalin kolaborasi dengan berbagai lini usaha, termasuk memanfaatkan potensi strategis Dishelter Kereta Cepat Whoosh di Stasiun Karawang sebagai ruang promosi produk UMKM.
Menurut Dindin, keberadaan stasiun kereta cepat menjadi peluang besar bagi produk lokal Karawang untuk dikenal oleh masyarakat yang datang dari berbagai daerah.
“Promosi produk UMKM akan menjangkau lebih luas, termasuk melalui area shuttle dan titik promosi di sekitar Stasiun Kereta Cepat Whoosh. Salah satunya melalui konsep outlet seperti GO (Grand Outlet),” jelasnya.
Selain membuka akses promosi, DisperindagkopUKM Karawang juga siap membantu pelaku UMKM dalam memperkuat legalitas usaha agar mampu bersaing di pasar nasional maupun global.
Pendampingan tersebut mencakup berbagai aspek, mulai dari perizinan usaha, sertifikasi halal, izin BPOM, hingga label Standar Nasional Indonesia (SNI) dan berbagai kebutuhan legal lainnya.
“Kami ingin memastikan UMKM Karawang tidak hanya berkembang dari sisi produksi, tetapi juga kuat dari sisi legalitas dan standar kualitas produk,” tegasnya.
Tak hanya itu, DisperindagkopUKM Karawang juga tengah melakukan koordinasi dengan Dinas Pariwisata Provinsi Jawa Barat dalam program pengembangan kunjungan wisata berbasis transportasi yang dikenal dengan konsep Transvacation.
Dalam program tersebut, produk UMKM Karawang direncanakan menjadi salah satu bagian penting sebagai oleh-oleh khas daerah bagi para wisatawan yang datang melalui jalur transportasi modern seperti kereta cepat.
“Ini merupakan kolaborasi yang akan kami lakukan dalam waktu dekat. Saat ini kami sedang mempersiapkan konsep serta menyusun SOP agar program ini berjalan optimal,” ungkap Dindin.
Melalui berbagai langkah strategis tersebut, DisperindagkopUKM Karawang optimistis UMKM lokal mampu semakin berkembang, memperluas pasar, serta menjadi kekuatan ekonomi daerah yang berdaya saing tinggi. (caw/red).


