9.7 C
New York
Kamis, April 30, 2026
spot_img

Hamas Jelaskan Genjatan Senjata Saat Ini Tergantung Pihak Israel

spot_img

INTERNASIONAL | Deraphukum.click | Hamas pada Jumat (10/5/2024) pagi mengatakan, kesepakatan gencatan senjata di Gaza kini tergantung kepada Israel. Hamas menyebut, delegasinya yang menghadiri perundingan gencatan senjata Gaza di Kairo, Mesir, telah meninggalkan kota itu untuk menuju Qatar.

“Delegasi negosiasi meninggalkan Kairo menuju Doha. Dalam praktiknya, penjajah (Israel) menolak proposal yang diajukan oleh para mediator dan mengajukan keberatan atas beberapa isu utama,” kata Hamas dalam sebuah pesan kepada faksi-faksi Palestina lainnya, sebagaimana dikutip dari AFP.

Hamas menyatakan mereka tetap pada usulan gencatan senjata yang diusulkan Mesir-Qatar tersebut.

Berita Lainnya  SMK TI Muhammadiyah 1 Cikampek Sabet Gelar Juara Umum FLS2N 2026 Tingkat Kabupaten

“Dengan demikian, bola sekarang sepenuhnya berada di tangan penjajah (Israel),” jelas dia. Media Mesir yang terkait dengan pemerintah, Al-Qahera News, pada Kamis (09/05/2024) melaporkan, perwakilan dari kedua kubu meninggalkan Kairo setelah dua hari perundingan yang bertujuan untuk menyelesaikan kesepakatan gencatan senjata dalam perang tujuh bulan di Jalur Gaza.

Mengutip keterangan dari pejabat tinggi Mesir, Al-Qahera News menyebut, upaya-upaya yang dilakukan oleh Mesir dan mediator lainnya, yaitu Qatar dan Amerika Serikat, terus mendekatkan sudut pandang kedua belah pihak. Hamas seperti diketahui pada awal pekan ini menyatakan menerima proposal gencatan senjata yang diajukan oleh para mediator.

Berita Lainnya  Praktisi Hukum Angkat Bicara, Polemik Parkir Gratis RSUD Merembet Ke Dugaan Pokir Anggota DPRD, Askun: Kedepankan Aspirasi Rakyat

Kesepakatan tersebut, kata kelompok itu, melibatkan penarikan pasukan Israel dari Gaza, kembalinya warga Palestina yang mengungsi akibat perang, dan pertukaran sandera yang ditahan oleh para militan dengan tahanan Palestina yang ditahan di Israel, dengan tujuan “gencatan senjata permanen”.

Namun, Kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada saat itu menyebut usulan tersebut “jauh dari tuntutan esensial Israel”. Meski demikian, kata dia, Pemerintah Israel akan tetap mengirim negosiator ke Kairo. Israel telah lama menolak gagasan gencatan senjata permanen, dan bersikeras bahwa mereka harus menyelesaikan tugas untuk melenyapkan Hamas. (Ronaldo.B.K)

Berita Lainnya  Persiapan Pemilu 2029, KPU Karawang Sambangi DPD PAN Bahas Penataan Dapil

 

BERITA LAINNYA

POLITIK

- Advertisement -spot_img

HUKUM & KRIMINAL

PERISTIWA

INDEKS

BERITA POPULER