18.9 C
New York
Rabu, Mei 13, 2026
spot_img

Pelayanan Bank BJB Karawang Disorot, Askun Desak OJK Turun Tangan: “Slogannya Prima, Faktanya Diskriminatif!”

spot_img

Menanggapi hal tersebut, Ketua DPC Peradi Kabupaten Karawang, Asep Agustian, S.H., MH., atau yang akrab disapa Askun, menyatakan keprihatinan mendalam. Ia mempertanyakan implementasi slogan “Tanda Mata Untuk Negeri” yang selama ini didengungkan Bank BJB sebagai komitmen pelayanan prima.

Karawang, otentiknews.click – Kinerja pelayanan Bank BJB Cabang Karawang kembali menuai kritik tajam. Kali ini, keluhan datang dari RE, seorang ahli waris nasabah almarhum ES, yang mengaku dipersulit saat meminta data dan informasi terkait rincian pinjaman almarhum ayahnya.

RE membeberkan bahwa akses terhadap data sisa kewajiban, bunga, hingga histori pembayaran tidak didapatkan dengan mudah. Ia harus melalui proses berulang yang tidak segera ditanggapi oleh pihak bank, hingga akhirnya kasus ini mencuat ke publik.

Berita Lainnya  Misteri "Cek Hilang" dan Sengkarut Keuangan Desa Srijaya: LBH GMBI Resmi Lapor Inspektorat
Foto: Asep Agustian, SH., MH (Askun/dok.istimewa)

Menanggapi hal tersebut, Ketua DPC Peradi Kabupaten Karawang, Asep Agustian, S.H., MH., atau yang akrab disapa Askun, menyatakan keprihatinan mendalam. Ia mempertanyakan implementasi slogan “Tanda Mata Untuk Negeri” yang selama ini didengungkan Bank BJB sebagai komitmen pelayanan prima.

“Slogan itu hebat, tapi saya pertanyakan, pelayanan primanya di mana? Faktualnya, ada ahli waris nasabah yang meminta informasi data pinjaman saja sulit didapatkan. Apakah harus terendus media dulu baru pihak bank bereaksi? Ini menunjukkan pelayanan yang tebang pilih dan diskriminatif,” tegas Askun kepada awak media, Senin (27/04/2026).

Askun juga menyoroti kejanggalan prosedur bank yang baru memberikan data perjanjian kredit setelah adanya upaya klarifikasi dari pihak media. Ia menilai pola reaktif ini mengingatkan pada isu-isu miring sebelumnya yang pernah menerpa bank plat merah tersebut.

Berita Lainnya  Bupati Karawang Serahkan SK Pengangkatan 286 PNS, Aep Syaepuloh: Berikan Pelayanan Terbaik

Dugaan Penjualan Aset Sepihak

Persoalan semakin pelik dengan munculnya dugaan bahwa pihak Bank BJB berniat menjual aset almarhum ES tanpa persetujuan ahli waris. Selain itu, terdapat ketidaksinkronan informasi mengenai status kredit yang awalnya disebut tanpa agunan, namun pada praktiknya almarhum diminta jaminan.

“Masyarakat mau bayar saja dipersulit setengah mati. Aturan mana yang mereka pakai? Bank BJB ini maunya apa, mau merugikan nasabah atau cari sensasi? Wajar jika nasabah akhirnya meminta bantuan media,” cetus Askun.

Desak OJK dan Pemkab Karawang Bertindak

Atas rentetan kejadian ini, Askun mendesak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk segera memeriksa jajaran petinggi Bank BJB Cabang Karawang. Ia menilai jika OJK tidak segera mengambil tindakan tegas, kepercayaan masyarakat terhadap bank daerah ini akan terus merosot.

Berita Lainnya  Fungsi Pembinaan DPMD Diuji di Tengah Sunyi Desa Srijaya, DPD GMBI Karawang Pertanyakan Pengawasan Preventif

Tak hanya OJK, Askun juga memberikan peringatan keras kepada Pemerintah Kabupaten Karawang selaku salah satu pemegang saham.

“Saya pikir kepada para pejabat Pemkab Karawang, apakah mau berdiam diri melihat masyarakatnya diperlakukan seperti itu? Jika tidak ada perbaikan, tarik saja semua duit Kas APBD dari sana, pindahkan ke bank lain,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Bank BJB belum memberikan pernyataan resmi terkait tudingan pelayanan diskriminatif dan hambatan informasi data nasabah tersebut. (red).

BERITA LAINNYA

POLITIK

- Advertisement -spot_img

HUKUM & KRIMINAL

PERISTIWA

INDEKS

BERITA POPULER