2.1 C
New York
Jumat, Februari 13, 2026
spot_img

Karawang Menjadi Lokasi Swasembada Pangan Nasional oleh Presiden RI Prabowo Subianto

spot_img

“Saya umumkan bahwa Indonesia telah berhasil mencapai swasembada pangan pada tahun 2025. Saat ini pasokan beras Indonesia telah melebihi 3 juta ton, sehingga tidak perlu impor beras,” kata Presiden dalam perayaan panen raya.

Karawang, otentiknews.click – Karawang merupakan tempat bersejarah bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Pada tanggal 7 Januari 2026, Bertempat di Desa Kertamukti, Kecamatan Cilebar.

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto mengumumkan bahwa Indonesia tidak akan lagi mengimpor beras.

Foto: Presiden RI Prabowo Subianto (dok.istimewa)

“Saya umumkan bahwa Indonesia telah berhasil mencapai swasembada pangan pada tahun 2025. Saat ini pasokan beras Indonesia telah melebihi 3 juta ton, sehingga tidak perlu impor beras,” kata Presiden dalam perayaan panen raya.

Berita Lainnya  Pemkab Karawang Tekankan Pentingnya Gerakan ASRI, Guna Mewujudkan Lingkungan yang Tertata Sesuai Arahan Presiden RI

Pidato Presiden disambut dengan tepuk tangan meriah dari para petani, masyarakat, dan juga para tamu yang hadir. Selain panen Raya, Presiden Republik Indonesia juga melakukan peninjauan berbagai inovasi hilir dan teknologi pertanian modern dalam kegiatan panen Raya di Desa Kertamukti, Kabupaten Karawang.

Foto: dok.istimewa

Dalam inspeksi tersebut, Presiden Prabowo menyaksikan langsung pengolahan lahan menggunakan alat dan mesin pertanian otonom (alsintan), seperti traktor dan mesin penanam padi, demonstrasi penggunaan drone pertanian, serta penggunaan pompa otomatis untuk mendukung efisiensi sistem irigasi.

Berita Lainnya  DPC Gerindra Karawang, Rayakan HUT Partai Gerindra Ke-18 Dengan Bakti Sosial & Santunan Anak Yatim

Selain itu, Presiden juga mengunjungi Pameran Hilir Pertanian yang menampilkan berbagai inovasi dalam pengolahan produk pertanian dan perkebunan.

Bahkan, Presiden Prabowo juga mencicipi sejumlah produk pertanian dan perkebunan yang dipamerkan. (***).

BERITA LAINNYA

POLITIK

- Advertisement -spot_img

HUKUM & KRIMINAL

PERISTIWA

INDEKS

BERITA POPULER