Peringatan tahun ini mengusung tema global “Bersatu dalam Kemanusiaan” (United in Humanity), sebuah seruan untuk memperkuat solidaritas di tengah kompleksitas krisis dunia saat ini.
Karawang, otentiknews.click – Dalam rangka memperingati Hari Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Sedunia yang jatuh setiap tanggal 8 Mei, jajaran manajemen, redaksi dan editorial otentiknews.click menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh relawan dan tenaga medis di seluruh penjuru dunia.

Peringatan tahun ini mengusung tema global “Bersatu dalam Kemanusiaan” (United in Humanity), sebuah seruan untuk memperkuat solidaritas di tengah kompleksitas krisis dunia saat ini.
Tanggal 8 Mei dipilih untuk menghormati hari lahir Henry Dunant, bapak pendiri gerakan Palang Merah Internasional yang juga merupakan penerima Nobel Perdamaian pertama.
Gerakan ini telah menjadi simbol harapan dan pertolongan bagi jutaan orang yang terdampak konflik, bencana alam, hingga krisis kesehatan tanpa membeda-bedakan latar belakang.
Segenap jajaran manajemen, redaksi dan editorial otentiknews.click menyatakan bahwa momen ini adalah pengingat penting bagi media dan masyarakat untuk terus menumbuhkan empati.
“Kemanusiaan bukan sekadar kata-kata, melainkan tindakan nyata. Melalui informasi yang aktual dan otentik, kami berkomitmen untuk terus mendukung gerakan kemanusiaan dan menginspirasi publik agar lebih peduli terhadap sesama,” ungkap Pimpinan Perusahaan media online otentiknews.click Dr. dr. H. Sri Raharjo yang juga menjabat Ketua Asosiasi Klinik (ASKLIN) Cabang Karawang, Jum’at (08/05/2026).
Di Indonesia, semangat ini diteruskan oleh Palang Merah Indonesia (PMI) melalui berbagai aksi seperti donor darah, pelayanan kesehatan darurat, hingga pembinaan generasi muda melalui Palang Merah Remaja (PMR).
Tema tahun ini juga menekankan konsep “Keeping Humanity Alive” (Menjaga Kemanusiaan Tetap Hidup), sebagai pengingat bahwa martabat manusia harus tetap dijunjung tinggi dalam kondisi apa pun.
otentiknews.click mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk merayakan hari ini dengan langkah sederhana namun berarti:
Mendonorkan darah secara sukarela sebagai bentuk kepedulian nyata.
Mendukung aksi relawan di lingkungan sekitar.
Menyebarkan pesan perdamaian dan kemanusiaan di media sosial.
“Mari kita jadikan 8 Mei sebagai momentum untuk memperkuat tali persaudaraan dan memastikan bahwa tidak ada satu pun orang yang tertinggal saat menghadapi kesulitan,” pungkasnya. (red).


