Hal itu sejalan dengan nomenklatur Dinas Pendidikan dan Kebudayaan yang saat ini membagi pengembangan seni ke dalam tiga kategori utama, yakni seni tradisional, seni modern, dan seni religi Islami.
Karawang, otentiknews.click – Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Karawang, Waya Karmila, S.Pd,. M.M menegaskan bahwa seni religi menjadi salah satu fokus pengembangan kebudayaan di Kabupaten Karawang.

Hal itu sejalan dengan nomenklatur Dinas Pendidikan dan Kebudayaan yang saat ini membagi pengembangan seni ke dalam tiga kategori utama, yakni seni tradisional, seni modern, dan seni religi Islami.
“Sekarang di bidang seni itu ada tiga, yaitu seni tradisional, seni modern, dan seni religi Islami. Nah, yang paling dominan dalam seni religi saat ini ada komunitas atau paguyuban yang disebut LASQI, yaitu Lembaga Seni Qasidah Indonesia, sekarang menjadi LASQI Nusantara Jaya Indonesia,” ujar Waya Karmila kepada awak media Sabtu (30/05/2026) malam.
Menurutnya, LASQI saat ini menjadi salah satu andalan seni religi di Kabupaten Karawang dan dinilai mampu menjadi barometer pengembangan seni kasidah di Jawa Barat.
“LASQI ini satu-satunya andalan seni religi nomor satu di Kabupaten Karawang. Bahkan LASQI Karawang menjadi barometer untuk Provinsi Jawa Barat,” katanya.
Waya yang juga diketahui menjadi penasihat LASQI Kabupaten Karawang menilai keberadaan organisasi tersebut perlu terus mendapat dukungan dan pembinaan agar mampu membawa nama Karawang lebih maju melalui syiar Islam berbasis seni budaya.
“LASQI ini perlu terus diberikan masukan-masukan demi keberhasilannya dalam membawa nama Karawang lebih maju, terutama di bidang seni kasidah dan syiar Islam melalui seni,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, seni kasidah saat ini berkembang dalam berbagai bentuk dan kolaborasi budaya. Mulai dari qasidah modern, marawis, hadroh, hingga pop religi yang dipadukan dengan seni tradisional Sunda Islami.
“Ciri khas seni kasidah sekarang dibagi beberapa jenis. Ada qasidah, rebana, marawis, hadroh sampai pop religi. Bahkan ada kolaborasi antara seni religi Timur Tengah dengan seni Sunda Islami maupun seni tradisional,” jelasnya.
Sebagai bentuk pengembangan seni religi dan tradisi, Disdikbud Karawang juga pernah menggelar lomba dulag atau bedug yang menjadi bagian dari kolaborasi seni tradisional dengan seni religi Islam.
“Kita pernah mengadakan lomba dulag atau bedug. Itu salah satu bentuk kolaborasi antara seni tradisi dan seni religi,” tambahnya.
Prestasi LASQI Karawang sendiri terus menunjukkan perkembangan positif. Bahkan, Karawang berhasil meraih juara tingkat Provinsi Jawa Barat selama dua tahun berturut-turut dengan melibatkan para seniman LASQI asal Karawang.
“Kita sudah dua kali berturut-turut menjadi juara di tingkat Provinsi Jawa Barat. Salah satunya karena kontribusi para seniman LASQI dari Karawang,” pungkasnya. (red).


