Ketua Unit DINKATARA Kabupaten Karawang, M. Aldio Mataufani, S.Kom, mengatakan pihaknya menargetkan seluruh Pengurus Karang Taruna di 297 desa dan 12 kelurahan memiliki sedikitnya satu admin digital yang mampu mengelola informasi organisasi secara profesional.
Karawang, otentiknews.click – Divisi Informatika Karang Taruna (DINKATARA) Kabupaten Karawang menyatakan kesiapan penuh mendukung Gerakan MAJU yang digagas Ketua Karang Taruna Kabupaten Karawang, Dhani Sudirman. Komitmen tersebut diwujudkan melalui program penguatan kapasitas digital bagi seluruh pengurus Karang Taruna di tingkat desa dan kelurahan.

Ketua Unit DINKATARA Kabupaten Karawang, M. Aldio Mataufani, S.Kom, mengatakan pihaknya menargetkan seluruh Pengurus Karang Taruna di 297 desa dan 12 kelurahan memiliki sedikitnya satu admin digital yang mampu mengelola informasi organisasi secara profesional.
“Kabupaten Karawang memiliki 297 desa dan 12 kelurahan. Artinya ada 309 Pengurus Karang Taruna. DINKATARA menargetkan seluruhnya memiliki minimal satu admin digital,” ujar Aldio, Rabu (1/7/2026).
Untuk merealisasikan target tersebut, DINKATARA akan membuka Kelas Digital bagi seluruh pengurus Karang Taruna se-Kabupaten Karawang. Program ini dirancang sebagai wadah peningkatan kompetensi di bidang teknologi informasi dan komunikasi.
Materi pelatihan meliputi desain grafis menggunakan Canva, editing video melalui CapCut, teknik penulisan berita, hingga pengelolaan media sosial organisasi. Peserta cukup membawa Surat Keputusan (SK) kepengurusan, telepon pintar, dan semangat belajar.
“Pelatihannya lebih banyak praktik. Setelah selesai, peserta diharapkan kembali ke desa atau kelurahannya masing-masing untuk melatih anggota lainnya sehingga tercipta proses pembelajaran berkelanjutan,” jelasnya.
DINKATARA menargetkan dalam waktu tiga bulan mampu mencetak 309 kreator digital Karang Taruna yang akan menjadi operator informasi desa dan kelurahan, mendukung promosi UMKM, serta berkontribusi dalam pengelolaan website dan media sosial desa.
Selain membangun kapasitas internal, DINKATARA juga membuka ruang kolaborasi melalui pendekatan Pentahelix yang melibatkan unsur pemerintah, perguruan tinggi, media, dunia usaha, dan komunitas di 30 kecamatan se-Kabupaten Karawang.
Menurut Aldio, percepatan transformasi digital tidak dapat dilakukan sendiri, melainkan membutuhkan sinergi lintas sektor.
“Jika rata-rata setiap kecamatan memiliki sekitar 10 desa, tentu dibutuhkan mentor yang memadai. Karena itu kami mengajak perguruan tinggi melalui program KKN, media sebagai mitra publikasi, dunia usaha, komunitas, serta pemerintah daerah untuk bersama-sama membangun ekosistem digital. DINKATARA siap menjadi hub kolaborasi tersebut,” tegasnya.
Melalui program ini, DINKATARA berharap lahir sumber daya manusia Karang Taruna yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, mampu menyebarluaskan informasi pembangunan, serta menjadi motor penggerak transformasi digital hingga ke tingkat desa dan kelurahan di Kabupaten Karawang. (red)


