23 C
New York
Senin, Juli 27, 2026
spot_img

Refleksi 30 Tahun Tragedi Kudatuli, Natala Sumedha: Lembaran Hitam Demokrasi yang Tak Boleh Dilupakan!

spot_img

  “Sejarah mencatat rentang waktu 30 tahun ini, dari 27 Juli 1996 hingga 27 Juli 2026, sebagai lembaran hitam didalam sejarah perpolitikan Indonesia. Sangat disayangkan, sampai sekarang otak pelaku penyerangan kantor DPP PDI pada saat itu belum juga terkuak,” ungkap Natala Sumedha tegas. Senin (27/7/2026).

Karawang, otentiknews.click – Hari ini menandai tepat tiga dekade berlalunya salah satu peristiwa paling kelam dalam sejarah demokrasi Indonesia. Anggota DPRD Karawang sekaligus Ketua Fraksi PDI Perjuangan, Natala Sumedha, SE.Ak, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memegang teguh prinsip “Jasmerah”—Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah—terhadap Tragedi Kudatuli (Kerusuhan Dua Puluh Tujuh Juli) yang terjadi pada 27 Juli 1996 silam.

Berita Lainnya  DPRD Karawang Gelar Paripurna, Bahas Pertanggungjawaban APBD hingga Serapan Anggaran OPD
Foto: Anggota DPRD Karawang sekaligus Ketua Fraksi PDI Perjuangan, Natala Sumedha, SE.Ak (kanan) Megawati Soekarnoputri Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia PDI-P (kiri)

Peristiwa yang dikenal sebagai “Sabtu Kelabu” ini merupakan momen perebutan paksa kantor DPP PDI di Jalan Diponegoro 58, Jakarta, oleh rezim pemerintah otoriter saat itu.

Penyerangan brutal yang diwarnai pertumpahan darah tersebut mengakibatkan melayangnya nyawa para pejuang yang mempertahankan kedaulatan partai.

“Sejarah mencatat rentang waktu 30 tahun ini, dari 27 Juli 1996 hingga 27 Juli 2026, sebagai lembaran hitam didalam sejarah perpolitikan Indonesia. Sangat disayangkan, sampai sekarang otak pelaku penyerangan kantor DPP PDI pada saat itu belum juga terkuak,” ungkap Natala Sumedha tegas. Senin (27/7/2026).

Berita Lainnya  Kemenag Karawang Tugaskan Empat Kepala KUA Jadi Keterangan Ahli Kasus Pemalsuan Akta Nikah

Lebih lanjut, Natala mengajak seluruh kader dan simpatisan untuk mengirimkan doa terbaik kepada para pejuang demokrasi dan pejuang partai yang menjadi korban. Semoga mereka mendapatkan tempat yang paling mulia di sisi Tuhan Yang Maha Esa.

Tragedi Kudatuli menjadi tonggak utama kebangkitan reformasi dan demokrasi di Indonesia.

Peristiwa heroik inilah yang memicu transformasi PDI di bawah kepemimpinan Ketua Umum Hj. Megawati Soekarnoputri hingga berubah nama menjadi PDI Perjuangan yang kokoh hingga saat ini.

Menutup pernyataannya, Natala menegaskan bahwa semangat perlawanan tersebut akan terus hidup di dalam jiwa setiap kader.

Berita Lainnya  Pimpin Apel Senin Pagi, Kadis Bapenda Karawang Sahali Kartawijaya Pertegas Komitmen Pelayanan Prima dan Optimalisasi PAD

“Biar gepeng kami tetap banteng! Ingat, kami tidak akan pernah lupa pada peristiwa tersebut,” pungkasnya berapi-api. (red)

BERITA LAINNYA

POLITIK

- Advertisement -spot_img

HUKUM & KRIMINAL

PERISTIWA

INDEKS

BERITA POPULER