22.4 C
New York
Jumat, Oktober 2, 2026
spot_img

Soroti Narasi Media Sosial “Habis Mulyono Terbitlah Mulyadi”, KAMI Karawang Sebut Dedi Mulyadi Kutu Loncat Politik dan Gagal Pimpin Jabar

spot_img

​“Generasi penerus kekuatan politik Jokowi adalah Dedi Mulyadi. Dan fenomena itu kini mulai muncul serta terbuka jelas di hadapan publik,” tegas Elyasa yang juga merupakan seorang praktisi hukum dalam keterangan resminya, Jum’at (02/10/2026).

​Karawang, otentiknews.click — Presidium Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Kabupaten Karawang, H. Elyasa Budiyanto, S.H., M.H., merespons keras berkembangnya narasi politik di media sosial yang menyoroti pergerakan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM). Elyasa menilai manuver politik KDM kian mengonfirmasi predikat dirinya sebagai “kutu loncat politik”.

​Belakangan ini, jagat media sosial ramai diwarnai perdebatan mengenai fenomena dan analogi “Habis Mulyono Terbitlah Mulyadi” serta “Habis Jokowi Terbitlah Dedi Mulyadi”.

Berita Lainnya  Dinilai Cacat Hukum, Kuasa Hukum Warga Tuding FKUB dan Kemenag Pemicu Kericuhan Cikopo: Warga Minta Bupati Purwakarta Turun Tangan

Narasi tersebut memotret kekhawatiran publik atas munculnya pola kepemimpinan yang berfokus pada gimik, pencitraan digital, serta penggalangan kekuatan politik secara pragmatis. Menurut Elyasa, berkembangnya wacana ini menjadi bukti bahwa masyarakat Jawa Barat kini semakin cerdas, kritis, dan mampu membaca arah angin politik.

​”Generasi penerus kekuatan politik Jokowi adalah Dedi Mulyadi. Dan fenomena itu kini mulai muncul serta terbuka jelas di hadapan publik,” tegas Elyasa yang juga merupakan seorang praktisi hukum dalam keterangan resminya, Jum’at (02/10/2026).

Foto: Elyasa Budiyanto, S.H., M.H (dok.istimewa)

Sorotan tajam Elyasa didasari oleh rekam jejak perjalanan karier politik Dedi Mulyadi yang kerap berpindah partai—berawal dari Partai Golkar, kemudian berpindah ke Partai Gerindra, hingga belakangan santer diisukan mulai merapat dan dikaitkan dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Berita Lainnya  DPR RI, Kementerian PU, dan Bulog Bersinergi Tuntaskan Banjir serta Penyaluran Bantuan Pangan di Karangligar

​Indikasi tersebut diperkuat dengan maraknya kemunculan baliho dan atribut PSI yang terpasang di sejumlah wilayah Jawa Barat, seperti Bogor dan Bekasi, yang diprediksi akan segera merambah ke Kabupaten Karawang. Elyasa menilai fenomena berpindah-pindah bendera ini hanyalah taktik pragmatis demi memenangkan berbagai ajang kontestasi politik, baik Pilkada, Pileg, maupun Pilgub semata.

​Tak sekadar etika berpartai, Elyasa turut mengkritik tajam efektivitas kepemimpinan Dedi Mulyadi di Jawa Barat yang dinilainya gagal dan hanya mengandalkan popularitas konten media sosial.

Berita Lainnya  Jaga Kelestarian Varietas Lokal, DPKPP Karawang Gelar Bimtek Pemurnian Kedelai Nuansa Sanggabuana

​”Dedi Mulyadi dianggap gagal memimpin Jawa Barat jika hanya mengandalkan kekuatan konten semata. Realitanya, kinerja kepemimpinan di Jawa Barat tercatat jeblok, ditandai dengan tekor dan defisitnya APBD Provinsi Jawa Barat saat ini,” ujar Elyasa.

​Menutup keterangannya, Elyasa menegaskan bahwa eskalasi narasi di media sosial dan manuver politik saat ini merupakan sinyal penting bagi konsolidasi kekuatan politik menuju panggung nasional.

​”Saatnya publik menyaksikan titik balik keruntuhan kekuatan politik Jokowi dan Dedi Mulyadi pada tahun politik Pilpres 2029 mendatang,” pungkasnya. (red)

BERITA LAINNYA

POLITIK

- Advertisement -spot_img

HUKUM & KRIMINAL

PERISTIWA

INDEKS

BERITA POPULER