-3.6 C
New York
Sabtu, Februari 7, 2026
spot_img

Antusiasme Hari Pertama MPLS SMPN 1 Majalaya, Learning Society: Sekolah Bukan Hanya Tempat Pembelajaran

spot_img

“Sekolah sebagai wahana pendewasaan diri. Di dalam dunia yang berubah begitu cepat, salah satu kompetensi dasar yang harus dimiliki tiap peserta didik adalah kompetensi dasar: belajar secara mandiri,” kata Feby. 

Karawang, otentiknews.click – Hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) SMPN 1 Majalaya, berjalan lancar, siswa dan siswi antusias mengikutinya.

MPLS Peserta didik baru tahun ajaran 2024 /2025 sebagai pengembangan sikap dan mental murid/peserta didik baru, Senin (15/7/2024).

Baca juga : https://otentiknews.click/berikan-pemahaman-lingkungan-sekolah-smpn-1-majalaya-menggelar-pra-mpls-tahun-ajaran-2024-2025/

Waka kesiswaan SMPN 1 Majalaya Feby Hariadi, S, Pd, menyampaikan, Sekolah sebagai wahana pengembangan sikap dan watak. Sikap sederhana, jujur, terbuka, penuh toleransi, rela berkomunikasi dan berinteraksi, ramah tamah dan bersahabat, cinta negara, cinta lingkungan, siap bantu membantu khususnya kepada yang kurang beruntung merupakan sikap dan watak yang perlu dibentuk di dalam lingkungan sekolah.

Berita Lainnya  KPU Jabar Menghadiri Kegiatan Sosialisasi Tata Cara Pergantian Antar Waktu Anggota DPRD Kabupaten/Kota di KPU Karawang

“Sekolah sebagai wahana pendewasaan diri. Di dalam dunia yang berubah begitu cepat, salah satu kompetensi dasar yang harus dimiliki tiap peserta didik adalah kompetensi dasar: belajar secara mandiri,” kata Feby.

Foto istimewa

Masih dikatakan Feby, dengan proses pendewasaan yang diberikan di sekolah, pendidik tidak lagi perlu menjejali pemikiran peserta didik dengan perintah..

“Lebih dari itu, peserta didik akan mendapatkan sesuatu yang jauh lebih besar ketika ia mencari dan mendapatkan apa yang ia butuhkan untuk hidupnya,” jelas Feby kepada otentiknews.click, Senin (15/7/2024).

Berita Lainnya  MPP Cikampek Diresmikan Bupati Aep Syaepuloh, Komitmen Pemda Karawang Pemerataan Akses Pelayanan Publik Bagi Masyarakat

Sekolah sebagai bagian dari masyarakat belajar (learning society). Sekolah bukan hanya sebagai tempat pembelajaran bagi peserta didik.

Foto Drs. Obar Subarja Kepsek SMPN 1 Majalaya bersama siswa baru (istimewa)

Namun juga seharusnya sekolah mampu menjadi pusat pembelajaran bagi masyarakat dilingkungan sekitar.

“Sekolah sebagai Wiyata Mandala selain harus bertumpu pada masyarakat sekitarnya, juga harus mencegah masuknya faham sikap dan perbuatan yang secara sadar ataupun tidak dapat menimbulkan pertentangan antara sesama karena perbedaan suku, agama, asal/usul/keturunan, tingkat sosial ekonomi serta perbedaan paham politik,” jelas Feby.

Sekolah tidak boleh hidup menyendiri melepaskan diri dari tantangan sosial budaya dalam masyarakat tempat sekolah itu berada.

Berita Lainnya  Bupati Karawang Aep Syaepuloh bersama Anggota DPR RI Rieke Diah Pitaloka Meninjau Warga Korban Banjir

“Sekolah juga menjadi suri tauladan bagi kehidupan masyarakat sekitarnya, serta mampu mencegah masuknya sikap dan perbuatan yang akan menimbulkan pertentangan,” pungkasnya. (jat/red). 

BERITA LAINNYA

POLITIK

- Advertisement -spot_img

HUKUM & KRIMINAL

PERISTIWA

INDEKS

BERITA POPULER