24.4 C
New York
Rabu, Agustus 26, 2026
spot_img

Anton Sukartono Kembali Pimpin Demokrat Jabar Secara Aklamasi, Pada Musda VI DPD Demokrat Jabar

spot_img

Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat, Herman Khaeron, menjelaskan bahwa pelaksanaan Musda Jabar kali ini mengalami percepatan. Agenda yang semestinya dijadwalkan setiap 5 tahun sesuai AD/ART ini digelar lebih awal, yakni saat kepengurusan baru berjalan 4 tahun 4 bulan.

Bandung, otentiknews.click – Anton Sukartono kembali terpilih memimpin Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Jawa Barat untuk masa bakti lima tahun ke depan. Keputusan ini diambil secara aklamasi dalam Musyawarah Daerah (Musda) Demokrat Jabar yang digelar di Bandung, lantaran hingga batas akhir verifikasi hanya Anton yang mendaftarkan diri dan mendapat dukungan penuh dari seluruh pemilik suara.

Percepatan Musda dan Mekanisme Organisasi

Foto: Musyawarah Daerah (Musda) Demokrat Jabar yang digelar di Bandung (dok.istimewa)

Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat, Herman Khaeron, menjelaskan bahwa pelaksanaan Musda Jabar kali ini mengalami percepatan. Agenda yang semestinya dijadwalkan setiap 5 tahun sesuai AD/ART ini digelar lebih awal, yakni saat kepengurusan baru berjalan 4 tahun 4 bulan.

Berita Lainnya  Maknai HUT RI Ke-81, Dirut PT Villa Hejo Agrindo Nusantara Ajak Masyarakat Bangun Kemandirian Ekonomi Lewat UMKM

“Pelaksanaan musyawarah daerah menurut AD/ART sepenuhnya merupakan kewenangan DPP, namun tetap dibuka secara demokratis dengan syarat minimal dukungan 20 persen,” ujar Herman Khaeron di Bandung dilansir Instagram Demokrat Jabar, Senin (24/8/2026).

Ia menambahkan bahwa percepatan ini dipicu oleh beberapa hambatan masa lalu yang sempat memperlambat konsolidasi organisasi.

Mengingat hanya ada calon tunggal yang didukung oleh 27 Ketua DPC kabupaten/kota dan satu organisasi sayap, proses penetapan berjalan jauh lebih cepat.

Namun, Kang Hero menegaskan bahwa Musda bukan sekadar urusan administratif memilih ketua. “Ada laporan pertanggungjawaban, refleksi perjalanan 5 tahun lalu, serta perumusan target strategis ke depan. Demokrat Jabar pernah berjaya dengan 28 kursi legislatif dan menduduki posisi pimpinan di hampir seluruh daerah. Kita harus kembali menyentuh hati masyarakat Jabar,” tegasnya.

Sinergi Pembangunan Jawa Barat

Foto: Musyawarah Daerah (Musda) Demokrat Jabar yang digelar di Bandung. Hadir Gubernur Jabar Kang Dedi Mulyadi (KDM)

Hadir dalam kesempatan tersebut, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan apresiasi atas hubungan harmonis yang selama ini terbangun antara pemerintah provinsi dan Fraksi Demokrat di DPRD.

Berita Lainnya  DPC PAMDI Karawang Ucapkan Selamat Hari Pramuka ke-65, Ketua Jayadi Bagikan Kisah Inspiratif Masa Bakti

“Harapan terbesarnya, Demokrat terus menjadi sahabat pemerintah melalui fungsi representasi partai dan fraksinya. Selama ini komunikasi dengan DPD maupun pimpinan fraksi berjalan sangat baik, sehingga dinamika di DPRD relatif kondusif untuk menyelesaikan target-target pembangunan,” tutur Dedi.

Fokus Turun ke Masyarakat bawah

Usai dinyatakan terpilih, Ketua DPD Demokrat Jabar Anton Sukartono langsung memetakan langkah taktisnya.

Ia menekankan bahwa Demokrat Jabar akan bergerak masif ke akar rumput guna menyerap aspirasi riil, terutama terkait ketersediaan lapangan pekerjaan dan isu sosial-ekonomi.

Secara khusus, Anton juga membidik pemilih muda:

* Generasi Milenial: Mengakomodasi minat olahraga lewat agenda rutin AHY Run setiap tahunnya.

* Gen Z: Memfasilitasi ruang kreativitas melalui kompetisi e-sports seperti Mobile Legends dan kegiatan relevan lainnya.

Foto: Musyawarah Daerah (Musda) Demokrat Jabar yang digelar di Bandung (dok.istimewa)

Pesan Ketum AHY: Soliditas dan Masa Depan

Berita Lainnya  Konsumen Socia Garden Karawang Keluhkan Kualitas Bangunan dan Molornya Serah Terima Rumah

Melalui momentum ini, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menitipkan pesan mendalam agar seluruh kader di Tanah Pasundan menjaga soliditas internal secara institusional, bukan demi kepentingan perorangan.

AHY mengingatkan beratnya ujian internal dan eksternal yang sempat menguji kekuatan partai menjelang Pemilu 2024.

Pengorbanan waktu, tenaga, hingga logistik tersebut harus dijadikan bahan evaluasi total agar Demokrat tumbuh menjadi partai modern yang sensitif terhadap isu rakyat kecil.

“Kita punya fokus dan strategi Demokrat di Jabar untuk Indonesia yang lebih baik ke depan. Kemenangan tidak akan jatuh dari langit atau langsung mendapat karpet merah. Demokrat memang pernah menang di Jawa Barat, tetapi jangan terjebak romantisme masa lalu. Masyarakat tidak butuh nostalgia, mereka butuh kepastian masa depan mereka,” pungkasnya. (red)

BERITA LAINNYA

POLITIK

- Advertisement -spot_img

HUKUM & KRIMINAL

PERISTIWA

INDEKS

BERITA POPULER