Kunjungan ke TPA Jalupang memantau langsung progres penataan di area pembuangan, termasuk pematangan lahan serta sinkronisasi rencana pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) dan Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) Jalupang.
Karawang, otentiknews.click – Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (BAPPERIDA) Kabupaten Karawang terus bergerak cepat dalam memperkuat tata kelola lingkungan dan sosial.
Langkah ini diwujudkan melalui akselerasi persiapan Program Waste to Energy (WTE) yang kini memasuki tahapan krusial menjelang pelaksanaan proyek fisik.
Pada Kamis, 10 September 2026, jajaran BAPPERIDA Kabupaten Karawang mengikuti pembahasan intensif mengenai Program Tata Kelola Lingkungan dan Sosial (PTLS) – WTE. Guna memastikan kesiapan di lapangan, tim BAPPERIDA juga langsung meninjau Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jalupang.
Kabupaten Karawang terpilih sebagai salah satu daerah Tahap I dengan target peletakan batu pertama (ground breaking) yang dijadwalkan pada November 2026.
Peninjauan lapangan dan rapat koordinasi kali ini difokuskan pada pematangan sejumlah poin strategis, antara lain:
* Kesiapan lahan untuk area pembangunan infrastruktur.
* Kelembagaan BLUD (Badan Layanan Umum Daerah) yang akan mengelola fasilitas.
* Pemenuhan pasokan (supply) sampah minimal 500 TPD (Tons Per Day).
* Kesiapan armada pengangkut dan perluasan cakupan layanan sampah.
* Skema kerja sama pembangunan fasilitas WTE.

Kunjungan ke TPA Jalupang memantau langsung progres penataan di area pembuangan, termasuk pematangan lahan serta sinkronisasi rencana pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) dan Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) Jalupang.
Sebagai langkah keberlanjutan, koordinasi lanjutan untuk TPST dan IPLT Jalupang dijadwalkan kembali pada 15 September 2026.
Agenda tersebut bertujuan untuk memastikan seluruh tahapan pembangunan, aksesibilitas, dan pemanfaatan lahan dapat berjalan selaras tanpa kendala teknis.
Melalui program ini, Pemkab Karawang berkomitmen mendorong sistem pengelolaan sampah yang terintegrasi, berkelanjutan, dan memberikan nilai tambah yang nyata bagi kelestarian lingkungan serta kesejahteraan masyarakat Karawang. (red)


