Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa, Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh, S.E., Dirut Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdani, serta Dirjen Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum (PU) Mayjen TNI Purn. Arnold AP Ritiaw.
Karawang, otentiknews.click — Penanganan banjir tahunan yang telah merugikan warga Desa Karangligar, Kecamatan Telukjambe Barat, Kabupaten Karawang selama belasan tahun kini memasuki babak baru. Langkah konkret tersebut ditandai melalui kunjungan kerja lintas instansi pada Jumat (18/9/2026).
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa, Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh, S.E., Dirut Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdani, serta Dirjen Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum (PU) Mayjen TNI Purn. Arnold AP Ritiaw.
Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh, S.E. menyampaikan apresiasi mendalam atas alokasi anggaran dari kementerian senilai hampir Rp120 miliar untuk mengatasi persoalan banjir permanen di wilayah tersebut.

Selain penanganan banjir, Bupati juga menyambut baik jaminan Perum Bulog yang menyerap dan membeli gabah kering panen petani seharga Rp8.000 per kilogram guna menjaga kesejahteraan petani lokal.
Pada kesempatan tersebut, Dirut Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdani menjelaskan bahwa penyaluran bantuan pangan beras dari Presiden dipastikan terus berlanjut hingga Desember.
”Bantuan ini menargetkan masyarakat desil 1 hingga desil 4, di mana untuk Desa Karangligar sendiri disalurkan kepada 377 Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Beras yang dibagikan memiliki kualitas terbaik dan diimbau agar tidak diperjualbelikan,” tegas Ahmad Rizal Ramdani.

Sementara itu, Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa menekankan pentingnya menyelesaikan akar masalah banjir Karangligar secara permanen. Ia berharap sinergi antara DPR RI, Kementerian PU, Bulog, dan Pemkab Karawang dapat memberikan solusi tuntas sehingga warga tidak lagi menjadi langganan bencana.
Rombongan pimpinan DPR RI dan Kementerian PU juga melakukan peninjauan langsung ke lokasi proyek penanganan banjir di Karawang, khususnya di area pembuangan Cidawolong.
Progres pengerjaan fisik di lapangan saat ini sudah mencapai sekitar 80% dan ditargetkan rampung sepenuhnya pada akhir tahun 2026. (red)


