Dalam unggahan yang beredar luas tersebut, armada milik para pengusaha itu diduga menjadi salah satu pemicu utama kerusakan parah di akses jalan nasional Badami–Loji, Kabupaten Karawang, pada Rabu (16/9/2026).
Karawang, otentiknews.click — Tiga perusahaan penyedia jasa truk tambang mendadak jadi sorotan publik setelah namanya mencuat dalam konten media sosial Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM).
Dalam unggahan yang beredar luas tersebut, armada milik para pengusaha itu diduga menjadi salah satu pemicu utama kerusakan parah di akses jalan nasional Badami–Loji, Kabupaten Karawang, pada Rabu (16/9/2026).
Berdasarkan penelusuran dari tayangan video KDM https://www.facebook.com/share/v/1AzhSiMPoK/ ,armada angkutan berat tersebut diduga menjalin kerja sama operasional logistik dengan PT Jui Shin Indonesia yang berlokasi di kawasan Loji.

Aktivitas hilir-mudik kendaraan bertonase besar ini disinyalir kuat melampaui kapasitas beban kelas jalan (overload), sehingga mempercepat kerusakan infrastruktur di sepanjang jalur tersebut.
Kondisi jalan Badami–Loji yang rusak berat, berlubang, dan berdebu tebal terus menuai keluhan dari masyarakat setempat serta para pengguna jalan.
Selain mengancam keselamatan para pengendara, buruknya akses transportasi ini juga dinilai mulai mengganggu kelancaran aktivitas ekonomi warga harian.
Hingga berita ini diterbitkan, tim Redaksi otentiknews.click masih terus berupaya meminta konfirmasi dan klarifikasi resmi dari manajemen ketiga perusahaan truk tambang tersebut, termasuk pihak PT Jui Shin Indonesia, terkait dugaan kontribusi operasional armada mereka terhadap kerusakan jalan di wilayah Karawang. (red)


