Sekretaris Jenderal (Sekjen) Serikat Peternak Karawang, Karwin Abdullah, menyampaikan bahwa peternak dan pembudidaya ikan merupakan bagian penting dalam menopang ketahanan pangan sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat di Kabupaten Karawang.
Karawang, otentiknews.click – Momentum Hari Jadi Kabupaten Karawang ke-393 tahun menjadi kesempatan bagi berbagai elemen masyarakat untuk menyampaikan harapan dan aspirasi demi kemajuan daerah.
Salah satunya datang dari kalangan peternak dan pembudidaya ikan yang berharap pemerintah daerah semakin memberikan perhatian terhadap sektor peternakan dan perikanan budidaya.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Serikat Peternak Karawang, Karwin Abdullah, menyampaikan bahwa peternak dan pembudidaya ikan merupakan bagian penting dalam menopang ketahanan pangan sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat di Kabupaten Karawang.
Menurutnya, di tengah peringatan HUT Karawang ke-393, pemerintah daerah perlu memastikan pembangunan tidak hanya berorientasi pada sektor tertentu, tetapi juga memberikan ruang dan dukungan yang nyata bagi masyarakat yang bergerak di bidang peternakan dan budidaya ikan.
“Di momentum Hari Jadi Kabupaten Karawang ke-393 ini, kami berharap pemerintah daerah semakin memperhatikan nasib para peternak dan pembudidaya ikan. Mereka adalah bagian dari masyarakat yang setiap hari ikut menjaga ketersediaan pangan sekaligus menggerakkan ekonomi kerakyatan,” ujar Karwin Abdullah dalam keterangannya, Rabu (16/9/2026).

Karwin mengatakan, saat ini para peternak menghadapi sejumlah tantangan yang cukup berat. Salah satunya adalah meningkatnya biaya produksi akibat harga pakan yang terus mengalami kenaikan.
Kenaikan harga pakan, kata dia, secara langsung berdampak terhadap biaya pemeliharaan ternak maupun usaha budidaya ikan. Sementara itu, harga jual hasil produksi di tingkat peternak tidak selalu mengalami peningkatan yang sebanding dengan kenaikan biaya produksi.
“Persoalan pakan menjadi salah satu beban utama bagi peternak. Harga pakan terus naik, sementara peternak juga harus memikirkan biaya lainnya seperti kesehatan ternak, perawatan kandang, tenaga kerja dan kebutuhan operasional,” katanya.
Selain persoalan harga pakan, kondisi kemarau panjang juga menjadi tantangan tersendiri bagi peternak, khususnya dalam mendapatkan pakan hijauan.
Menurut Karwin, ketersediaan rumput dan hijauan pakan ternak menjadi semakin terbatas ketika musim kemarau berlangsung cukup panjang. Kondisi tersebut membuat peternak harus mencari sumber pakan alternatif agar kebutuhan ternak tetap terpenuhi.
“Ketika kemarau panjang, mencari pakan hijauan juga semakin sulit. Peternak harus mencari ke berbagai tempat dan terkadang harus mengeluarkan biaya tambahan. Ini tentu semakin menambah beban biaya produksi,” jelasnya.
Karwin berharap pemerintah daerah dapat hadir dengan program yang konkret dan berkelanjutan. Tidak hanya berupa bantuan sesaat, tetapi juga membangun sistem yang dapat membantu peternak menghadapi persoalan pakan, permodalan, pemasaran, kesehatan hewan, hingga pengembangan teknologi peternakan.
Ia juga mendorong adanya penguatan sentra produksi pakan lokal. Menurutnya, Kabupaten Karawang memiliki potensi lahan dan sumber daya yang dapat dikembangkan untuk mendukung ketersediaan pakan bagi peternak.
“Pemerintah bisa mencari solusi bersama. Misalnya mendorong pengembangan lahan pakan hijauan, pelatihan pembuatan pakan alternatif, penguatan kelompok peternak, hingga kerja sama dengan pihak swasta dan lembaga terkait,” ujarnya.
Tak hanya peternak, Karwin juga meminta perhatian yang lebih besar terhadap para pembudidaya ikan. Para pembudidaya ikan juga menghadapi persoalan biaya produksi, terutama kebutuhan pakan, kualitas air, benih, serta akses terhadap pasar.
Menurutnya, pengembangan sektor peternakan dan perikanan budidaya harus ditempatkan sebagai bagian dari strategi ketahanan pangan daerah.
“Peternak dan pembudidaya ikan jangan hanya dilihat sebagai penerima bantuan. Mereka adalah pelaku ekonomi yang harus diperkuat agar mampu berkembang dan mandiri,” tegas Karwin.
Ia berharap pemerintah daerah, organisasi peternak, kelompok pembudidaya ikan, akademisi, dunia usaha dan masyarakat dapat duduk bersama untuk mencari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi pelaku usaha di lapangan.
Momentum HUT Kabupaten Karawang ke-393, menurutnya, harus menjadi titik penguatan semangat pembangunan yang menyentuh seluruh lapisan masyarakat, termasuk para peternak kecil dan pembudidaya ikan yang berada di tingkat desa.
“Harapan kami sederhana, pemerintah hadir bersama masyarakat. Jangan sampai peternak dan pembudidaya ikan berjalan sendiri menghadapi persoalan. Mari kita bangun ekosistem peternakan dan perikanan yang kuat, karena ketika peternak dan pembudidaya ikan kuat, ketahanan pangan dan ekonomi masyarakat Karawang juga akan semakin kuat,” pungkasnya.
Serikat Peternak Karawang berharap perhatian terhadap sektor peternakan dan perikanan budidaya dapat terus ditingkatkan sejalan dengan semangat Hari Jadi Kabupaten Karawang ke-393, sehingga pembangunan daerah benar-benar mampu memberikan manfaat dan membuka peluang kesejahteraan bagi masyarakat di berbagai pelosok Kabupaten Karawang. (red)


