3.1 C
New York
Senin, Oktober 19, 2026
spot_img

Soroti Kebakaran Kantor ATR/BPN Karawang, Ghajali Center Indonesia: Jangan Sampai Alat Bukti Sengketa Lahan Lenyap

spot_img

Insiden kebakaran ini menjadi sorotan luas karena terjadi di tengah bergulirnya beberapa kasus sengketa lahan sensitif di wilayah Karawang. Spekulasi mengenai adanya unsur kesengajaan atau sabotase mulai ramai diperbincangkan oleh publik.

Karawang, otentiknews.click — Insiden kebakaran hebat yang melanda Gedung Kantor Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Kabupaten Karawang pada Rabu (14/10/2026) malam lalu, kini menyisakan pekerjaan rumah yang besar.

Peristiwa tragis yang menghanguskan hampir 90 persen struktur bangunan utama tersebut tidak hanya merusak fasilitas fisik, tetapi juga memicu gelombang spekulasi dan atensi tajam dari berbagai elemen masyarakat.

Insiden kebakaran ini menjadi sorotan luas karena terjadi di tengah bergulirnya beberapa kasus sengketa lahan sensitif di wilayah Karawang. Spekulasi mengenai adanya unsur kesengajaan atau sabotase mulai ramai diperbincangkan oleh publik.

Berita Lainnya  DPRD Karawang Gelar RDP, Komisi II dan Komisi I Mediasi Revitalisasi Pasar Desa Telagasari
Foto: Soroti Kebakaran Kantor ATR/BPN Karawang, Ghajali Center Indonesia: Jangan Sampai Alat Bukti Sengketa Lahan Lenyap (dok.istimewa)

Investigasi Kebakaran dan Kekhawatiran Hilangnya Bukti Sengketa

Menanggapi terjadinya insiden tersebut, Ghazali Center Indonesia (GCI), memberikan pernyataan tegas terkait dampak jangka panjang dari terbakarnya gedung pelayanan publik ini.

“Rakyat pun berhak bertanya serta mendapatkan jawaban yang jujur, karena esok lusa pembangunan gedung baru kantor ATR/BPN Karawang pasti dibangun menggunakan anggaran negara, tidak mungkin dari duit pribadi pejabat atau Menteri ATR/BPN. Artinya, ada alokasi pengeluaran negara yang seharusnya digunakan untuk kebutuhan rakyat yang lebih urgent,” ungkap Direktur Ghazali Center Indonesia (GCI) Lili Gojali dalam keterangan resminya, Senin (19/10/2026).

Di tengah carut-marut persoalan pertanahan ini, Ghazali Center mendesak aparat penegak hukum, khususnya pihak kepolisian, untuk segera melakukan investigasi yang menyeluruh dan transparan guna menguak penyebab pasti kebakaran.

Ghajali Center Indonesia (GCI) juga mengapresiasi langkah cepat Pemerintah Daerah Kabupaten Karawang yang memfasilitasi gedung sementara untuk menjamin keberlangsungan pelayanan publik.

Berita Lainnya  Tuntut Transparansi Tender Ulang PT Nipro Indonesia, Karang Taruna Karawang Gelar Aksi Damai
Foto: Direktur Ghazali Center (Research & Consulting), Lili Gojali, S.Pd (dok.istimewa)

Kendati demikian, fokus utama dinilai harus tetap pada pengamanan dokumen-dokumen vital, terutama yang berkaitan dengan sengketa pertanahan yang sedang berjalan.

“Kami memohon Bupati Karawang untuk mengawal penanganan dan investigasi peristiwanya. Meski pejabat BPN meminta masyarakat tenang, tidak boleh dilupakan bahwa amuk api tersebut menimbulkan risiko hilangnya dokumen penting sengketa pertanahan, sidik jari, dan rekaman CCTV,” tegas Lili Gojali.

Lebih lanjut, pihaknya berharap insiden ini tidak dijadikan alasan atau penghambat hilangnya alat bukti dalam penyelesaian polemik tumpang tindih lahan yang melibatkan kawasan industri dan kawasan hutan negara di Karawang. (red)

Refleksi: 

TANAH AIR dan API

Tanah menyajikan Penghidupan

Air menjadi Sumber kehidupan

Api kecil jadi teman, saat besar jadi lawan

Tanah Air kita Indonesia tercipta dari nyala Api perjuangan.

TANAH AIR dan API

Berita Lainnya  Aliansi Masyarakat dan TPM Unjuk Rasa Tolak Pembangunan Rumah Ibadah Tanpa Izin, TPM Menilai: FKUB dan Kemenag Purwakarta Tidak Menciptakan Kerukunan Umat

Pengusaha-penguasa kadang mesra menguasai tanah

Kadang bersengketa berebut tanah

Para Petani adakala damai berbagi air

Adakala saling melukai berebut air

Api kepentingan kadang berkawan, juga adakalanya berlawan.

TANAH AIR dan API

Lembaga perTANAHan berselimut korupsi.

Air tak mampu menumbuhkan kebajikan.

Api keserakahan jadi pemantik rasa panik

Merembet pada jiwa-jiwa kering kerontang.

Melahap bukti transaksi, sidik jari, tapak kaki dan rekaman CCTV.

Tanah terlanjur panas meranggas

Air datang terlambat atau memang tersesat

Api telah padam berubah jadi gumpalan asap

Lalu terbang membawa misteri dan pertanyaan:

“Siapa berani mewariskan tanah air dan api?? 

“Siapa berkenan diwarisi tanah air dan api?? 

BERITA LAINNYA

POLITIK

- Advertisement -spot_img

HUKUM & KRIMINAL

PERISTIWA

INDEKS

BERITA POPULER