Koordinator Tim hukum Jabar Istimewa Kabupaten Karawang, Syaripudin, SH.,MH menyampaikan, mediasi yang kedua kalinya ini, pihaknya berhasil membuat kesepakatan bersama antara Keluarga Edah, Sarip Ibrahim dan Disnakertrans Karawang untuk menyelesaikan permasalahan Edah secara kekeluargaan.
Karawang, otentiknews.click – Teka teki nasib Edah seorang TKW asal Cilamaya Wetan Kabupaten Karawang yang sudah hampir satu tahun terlunta lunta di Arab Saudi kini telah menemui titik terang, Edah di pastikan dalam waktu dekat akan segera pulang ke Tanah Air.

Hal tersebut terkuak saat mediasi yang kedua kalinya antara Keluarga Edah, Tim hukum Jabar Istimewa Kabupaten Karawang dan Sarip Ibrahim selaku principal atau agen sponsor yang memberangkatkan Edah ke Arab Saudi, di Aula Sekretariat Disnakertrans Karawang, Senin (27/10/2025) siang.
Koordinator Tim hukum Jabar Istimewa Kabupaten Karawang, Syaripudin, SH.,MH menyampaikan, mediasi yang kedua kalinya ini, pihaknya berhasil membuat kesepakatan bersama antara Keluarga Edah, Sarip Ibrahim dan Disnakertrans Karawang untuk menyelesaikan permasalahan Edah secara kekeluargaan.
“Kami bersyukur, Sarip Hidayat beritikad baik bertanggung jawab dan sudah membuat surat pernyataan akan segera memulangkan Edah ke Tanah Air dan menanggung semua biaya yang sesuai tuntutan agency luar negeri,” ucapnya.
Syaripudin menegaskan, pihaknya akan terus memantau dan mengawal kasus ini, hingga Edah kembali ke kampung halamannya, sesuai dengan harapan dari pihak keluarga Edah.
“Kami akan terus kawal hingga Edah tiba di Tanah Air, dan jangan sampai ada lagi kasus Edah-Edah lainnya di Kabupaten Karawang,” tegasnya.
Ditempat yang sama, anggota tim hukum Jabar Istimewa Kabupaten Karawang, Pontas Hutahaean menekankan agar fungsi pengawasan dari Disnakertrans Karawang lebih ditingkatkan terutama saat proses keberangkatan pekerja migran Indonesia, agar tidak terjadi hal serupa dikemudian hari.
“Pemerintah harus benar benar memberikan perhatian dan melindungi nasib para pekerja migran, karena mereka merupakan pahlawan devisa negara,” pungkasnya. (***).


