Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karawang, pihaknya telah menghimpun data ada sebanyak 682 rumah masih terendam banjir dengan jumlah 841 kepala keluarga (KK) atau sebanyak 2.753 jiwa yang terdampak air banjir.
Karawang, otentiknews.click – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karawang menghimpun data dan melaporkan, bahwa bencana banjir di sejumlah wilayah yang ada di Kabupaten Karawang tersebar di 4 Kecamatan dengan jumlah 9 desa yang hingga kini masih terendam air banjir.

Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karawang, pihaknya telah menghimpun data ada sebanyak 682 rumah masih terendam banjir dengan jumlah 841 kepala keluarga (KK) atau sebanyak 2.753 jiwa yang terdampak air banjir.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karawang, Usep Supriatna, menyampaikan, bahwa imbas air banjir tersebar di sebanyak 9 desa, 4 kecamatan yang ada di Kabupaten Karawang diantaranya:
-Kecamatan Karawang Barat
-Kecamatan Rengasdengklok
-Kecamatan Telukjambe Barat
-Kecamatan Tirtajaya
“Wilayah yang terdampak air banjir hingga saat ini masih berstatus belum surut, dengan ketinggian muka air bervariasi mulai dari 20 sentimeter hingga 80 sentimeter, bahkan di beberapa titik mencapai lebih dari satu meter,” ujar Usep Supriatna melalui keterangan resminya kepada otentiknews.click, pada Kamis (22/01/2026).
Masih dikatakannya, seperti di wilayah Kecamatan Karawang Barat, banjir merendam Desa Tanjungpura dengan ketinggian air sekitar 10–35 sentimeter, berdampak pada 35 rumah dan 68 jiwa.
Sementara di Kecamatan Rengasdengklok, banjir melanda Desa Kalangsari, Kertasari, dan Rengasdengklok Utara.
.”Dengan total terdapat 91 rumah terendam dengan 444 jiwa terdampak, dan ketinggian air berkisar 30-40 sentimeter,” jelasnya.
Berdasarkan pantauan BPBD Kabupaten Karawang, banjir terparah terjadi di Kecamatan Telukjambe Barat, tepatnya di Desa Karangligar, Sukamakmur, dan Kutamakmur.
Adapun di wilayah ini tercatat ada sebanyak 441 rumah terendam air banjir dengan 1806 jiwa terdampak.
Dengan ketinggian air di Karangligar hingga mencapai 20–230 sentimeter, sehingga 40 warga Dusun Kampek terpaksa mengungsi.
“Selain Karangligar, posko pengungsian juga dibuka di Desa Kutamakmur yang menampung sekitar 200 jiwa, mayoritas ibu dan anak,” ungkapnya.
Adapun di Kecamatan Tirtajaya, banjir melanda Desa Srikamulyan dan Tambaksumur. Total 115 rumah terdampak dengan 445 jiwa, dan ketinggian air relatif lebih rendah, sekitar 20 sentimeter.
Masih dikatakan Usep, pihaknya terus melakukan pendistribusian logistik dilakukan ke seluruh desa yang terdampak air banjir.
“Tentunya BPBD Kabupaten Karawang bersama unsur Pemerintah terkait terus melakukan upaya dan masih terus melakukan pemantauan di lapangan, Kami mengimbau masyarakat tetap waspada dan segera melapor jika terjadi kenaikan debit muka air, terutama di wilayah yang masih menjadi langganan banjir setiap musim penghujan,” pungkasnya. (red).


