22.2 C
New York
Jumat, Mei 29, 2026
spot_img

H. Budiwanto Ingatkan Dampak El Nino, Dorong Mitigasi Dini untuk Lindungi Ketahanan Pangan

spot_img

Anggota Komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi PKS, H. Budiwanto, S.Si., M.M., mengingatkan pentingnya langkah mitigasi sejak dini agar masyarakat tidak terlalu terdampak oleh perubahan iklim yang semakin sulit diprediksi.

Karawang, otentiknews.click – Fenomena cuaca ekstrem akibat El Nino kembali menjadi perhatian berbagai pihak. Dampak yang ditimbulkan tidak hanya memengaruhi suhu udara dan kekeringan, tetapi juga berpotensi mengganggu sektor pertanian, ketersediaan air bersih, hingga stabilitas ekonomi masyarakat.

Foto: Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Fraksi PKS, H. Budiwanto, S.Si., MM (dok.istimewa)

Anggota Komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi PKS, H. Budiwanto, S.Si., M.M., mengingatkan pentingnya langkah mitigasi sejak dini agar masyarakat tidak terlalu terdampak oleh perubahan iklim yang semakin sulit diprediksi.

Menurutnya, sektor pertanian menjadi salah satu bidang yang paling rentan menghadapi cuaca ekstrem El Nino. Penurunan curah hujan dalam waktu panjang dapat menyebabkan berkurangnya debit air irigasi, meningkatnya risiko gagal panen, serta menurunnya produktivitas pertanian dan peternakan.

Berita Lainnya  Setetes Darah Sejuta Harapan, KSM GMBI Telukjambe Barat Bersama PMI Karawang Gelar Donor Darah Massal

“Ketika musim kemarau berlangsung lebih panjang akibat El Nino, para petani akan menghadapi tantangan serius, mulai dari kekurangan air, penurunan kualitas tanah, hingga ancaman serangan hama tertentu yang berkembang saat cuaca panas,” ujar Budiwanto saat memberikan sambutan pada agenda Sekolah Tani Ternak dan Nelayan (STTN) beberapa waktu lalu di Majalengka, Jawa Barat, Jum’at (29/05/2026)

Legislator dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Barat X meliputi Karawang dan Purwakarta ini menilai masyarakat perlu mulai melakukan berbagai langkah adaptasi sederhana namun efektif. Di antaranya melalui penghematan penggunaan air, optimalisasi embung dan penampungan air hujan, penggunaan varietas tanaman tahan kekeringan, hingga pengaturan pola tanam yang disesuaikan dengan kondisi iklim.

Berita Lainnya  Tegas! Kepala Disdikbud Karawang Wawan Setiawan Minta Sekolah Setop Pungutan dan Kegiatan yang Bebani Orang Tua

Selain itu, H. Budiwanto yang juga pernah menjabat Ketua DPD PKS Karawang mendorong penguatan edukasi kepada petani terkait pertanian adaptif iklim. Menurutnya, penggunaan pupuk organik, perbaikan struktur tanah, hingga pemanfaatan teknologi pertanian modern menjadi bagian penting dalam menghadapi perubahan cuaca ekstrem.

“Tanah yang sehat dan memiliki kandungan bahan organik yang baik akan lebih mampu menyimpan air. Ini penting untuk menjaga kelembaban lahan saat kemarau panjang,” tegasnya.

Di sisi lain, pemerintah daerah juga diharapkan hadir dengan kebijakan antisipatif yang lebih terukur. Beberapa langkah yang dianggap penting antara lain percepatan perbaikan jaringan irigasi, bantuan pompanisasi, penyediaan cadangan benih tahan kekeringan, hingga penguatan sistem informasi cuaca bagi petani.

Berita Lainnya  Kepala Disdikbud Karawang Wawan Setiawan Sampaikan Ucapan Selamat Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah

Komisi II DPRD Jawa Barat, lanjutnya, juga mendorong adanya sinergi lintas sektor antara pemerintah, akademisi, penyuluh pertanian, dan masyarakat agar penanganan dampak El Nino tidak dilakukan secara parsial.

Ia menegaskan bahwa perubahan iklim bukan lagi ancaman masa depan, melainkan tantangan nyata yang sudah dirasakan masyarakat saat ini. Karena itu, kesiapan daerah dalam membangun ketahanan pangan dan ketahanan air menjadi sangat penting.

“Mitigasi tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Dibutuhkan kesadaran bersama agar masyarakat lebih siap menghadapi cuaca ekstrem. Jika langkah antisipasi dilakukan sejak awal, maka dampak sosial maupun ekonomi bisa ditekan,” pungkasnya. (red)

BERITA LAINNYA

POLITIK

- Advertisement -spot_img

HUKUM & KRIMINAL

PERISTIWA

INDEKS

BERITA POPULER