23.8 C
New York
Kamis, Oktober 15, 2026
spot_img

Kondisi Berdebu dan Rawan Rusak, Asep Agustian Desak Bupati Karawang Bongkar Paving Blok Jalan Tuparev dan Kembalikan ke Aspal

spot_img

“Saya mohon maaf kepada Pak Bupati, demi kebaikan bersama tolong dibongkar saja paving blok Jalan Tuparev dan kembalikan ke aspal. Bahasa masyarakat di medsos sudah kurang enak, seolah-olah Pak Bupati terkesan tidak mendengar keluhan warga,” ujarnya.

Karawang, otentiknews.click –  Banyak dikeluhkan warga pengguna jalan hingga pemilik toko karena kondisi jalan yang berdebu dan tidak nyaman dilewati kendaraan, Praktisi Hukum dan Pengamat Kebijakan Karawang, Asep Agustian, S.H., M.H., meminta Bupati Karawang untuk mendengar keluhan warganya. Ia mendesak pemerintah daerah agar segera membongkar paving blok di Jalan Tuparev dan mengembalikan kondisi jalan tersebut menjadi aspal.

Menurut Asep Agustian yang akrab disapa AskunJalan Tuparev merupakan kawasan pusat pertokoan yang menjadi jalur bongkar muat kendaraan bertonase besar. Oleh karena itu, skema pemasangan paving blok dinilai tidak tepat karena tidak akan kuat menahan tonase kendaraan dan dipastikan cepat rusak.

“Kalau paving blok yang di depan Eng Siu Tong itu bagus, tidak perlu dibongkar karena cocok untuk area kuliner. Tapi ini jalur dari setelah rel kereta api, itu harus dibongkar dan dikembalikan ke aspal,” tutur Askun, Rabu (14/10/2026).

Berita Lainnya  Lantik 89 Pejabat, Bupati Aep Tegaskan Tidak Ada Jual Beli Jabatan di Karawang
Foto: Asep Agustian, SH., MH (Askun/dok.istimewa)

Askun menjelaskan bahwa konsep penerapan paving blok di Jalan Tuparev sebenarnya bukan tidak bagus, melainkan tidak sesuai dengan kontur tanah dan fungsi jalan setempat.

“Kalau tetap dipaksakan paving blok, tetap tidak akan menyerap air dan tetap akan banjir, karena di bawah paving blok itu masih ada lapisan aspal. Maka saya mohon dengan sangat kepada Pak Bupati, bongkar saja paving blok Jalan Tuparev dan kembalikan ke aspal,” tegasnya.

Image Bupati Berpotensi Tergerus Akibat Keluhan Warga

Di satu sisi, Askun mengapresiasi jajaran prestasi pembangunan yang telah dicapai Bupati Aep Syaepuloh. Di antaranya perbaikan Jalan Cikalong-Cilamaya, Gempol-Johar, akses Gerbang Tol Karawang Barat dan Karawang Timur, revitalisasi Stadion Singaperbangsa, GOR Panatayudha, Lapangan Karawangpawitan, hingga penataan Taman Ade Irma (Taman Bencong) menjadi Ruang Terbuka Hijau (RTH) serta rencana flyover Cikampek.

Berita Lainnya  Soroti Narasi Media Sosial "Habis Mulyono Terbitlah Mulyadi", KAMI Karawang Sebut Dedi Mulyadi Kutu Loncat Politik dan Gagal Pimpin Jabar

Namun demikian, Askun menyayangkan berbagai capaian positif tersebut berpotensi tertutupi oleh gelombang kritik masyarakat di media sosial terkait Jalan Tuparev.

“Saya mohon maaf kepada Pak Bupati, demi kebaikan bersama tolong dibongkar saja paving blok Jalan Tuparev dan kembalikan ke aspal. Bahasa masyarakat di medsos sudah kurang enak, seolah-olah Pak Bupati terkesan tidak mendengar keluhan warga,” ujarnya.

“Kritikan di medsos sudah mengarah ke satir. Ini bukan berarti ide Pak Bupati tidak cemerlang, tetapi memang Jalan Tuparev tidak cocok memakai paving blok. Kembalikan saja ke aspal, lalu beri marka jalan untuk mempercantik, itu pasti akan bagus sekali,” lanjut Askun.

Khawatir Boros APBD dan Dana CSR Perusahaan

Berdasarkan data yang dihimpun, pembangunan Jalan Tuparev awalnya menggunakan dana Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan. Namun, Pemkab Karawang kemudian mengalokasikan anggaran sekitar Rp 3,5 miliar dalam APBD 2025 untuk proyek lanjutan conblock/paving block di Jalan Tuparev (mulai dari Eng Siu Tong ke arah Alun-Alun), ditambah pagu tambahan Rp 1 miliar untuk paket peningkatan Jalan Tuparev 1.

Berita Lainnya  Hadapi Kemarau Panjang, Pemkab Karawang Gelar Shalat Istisqa dan Perkuat Kolaborasi Pentahelix

Menyikapi hal tersebut, Askun mengkhawatirkan anggaran daerah maupun CSR akan terus terkuras hanya untuk perbaikan berulang di lokasi yang sama.

“Berdebu dan geradak-geruduk tidak nyaman dilewati kendaraan, itulah kondisi Jalan Tuparev kalau dipaksakan menggunakan paving blok. Banyak dikeluhkan warga dan pemilik toko, maka sudah, bongkar saja dan kembalikan ke aspal,” tegas Askun.

“Sekali lagi saya tegaskan, bukan konsep paving bloknya yang jelek, tapi memang tidak cocok dengan kontur tanah dan volume kendaraan yang melintas. Jangan sampai image Pak Bupati yang sudah banyak mengukir prestasi pembangunan justru rusak hanya gara-gara isu paving blok Jalan Tuparev ini,” pungkasnya. (***)

BERITA LAINNYA

POLITIK

- Advertisement -spot_img

HUKUM & KRIMINAL

PERISTIWA

INDEKS

BERITA POPULER