Sidak ini dilakukan guna memastikan bantuan mesin pompanisasi yang dikirimkan oleh pemerintah pusat benar-benar terpasang dengan baik dan dimanfaatkan secara optimal oleh para petani di lapangan.
Karawang, otentiknews.click – Menteri Pertanian Republik Indonesia (Mentan RI) Andi Amran Sulaiman melakukan inspeksi mendadak (sidak) langsung ke lahan persawahan di Desa Sindangsari, Kecamatan Kutawaluya, Kabupaten Karawang, pada Senin (31/08/2026).
Sidak ini dilakukan guna memastikan bantuan mesin pompanisasi yang dikirimkan oleh pemerintah pusat benar-benar terpasang dengan baik dan dimanfaatkan secara optimal oleh para petani di lapangan.
Dalam kegiatan turun lapangan tersebut, turut hadir Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, S.E., beserta Kepala Dinas Pertanian Provinsi Jawa Barat, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Karawang Drs. Rohman dan jajaran dinas terkait yang mendampingi langsung Mentan Amran.

Kehadiran para pemangku kebijakan ini mempertegas pentingnya sinergi dan komitmen bersama lintas sektor demi mengamankan ketahanan pangan nasional, khususnya dalam mengatasi tantangan iklim di wilayah lumbung padi.
Mentan Amran menegaskan bahwa penanganan kekeringan yang melanda sektor pertanian tidak bisa hanya dipantau dari balik meja di Jakarta.
Peninjauan langsung sangat diperlukan untuk melihat kondisi riil sawah di lapangan, sekaligus memastikan wilayah yang terdampak kekeringan segera mendapatkan pasokan pompa air secara cepat dan tepat.
“Kita jangan sibuk berdebat rapat dan seterusnya, kita lihat langsung lapangan ini,” tegas Mentan Amran Sulaiman saat meninjau lokasi persawahan tersebut.
Sebagai informasi, wilayah Kecamatan Kutawaluya merupakan salah satu daerah yang mendapatkan alokasi bantuan sarana pertanian berupa traktor dan pompa air.
Di sela-sela sidak, Mentan Amran juga menyampaikan langkah strategis kementeriannya terkait perubahan regulasi.
Ia mengungkapkan bahwa bantuan alat mesin pertanian (alsintan) berupa pompa dan alat pendukung lainnya kini akan diprioritaskan kepada para buruh tani yang tidak memiliki sawah sendiri.
Langkah ini diambil agar kesejahteraan para buruh tani di tingkat bawah dapat terkerek naik.
Melalui pembentukan kelompok tani yang dikoordinasikan secara ketat oleh Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), akses terhadap berbagai bantuan pemerintah diharapkan menjadi lebih merata.
Sinergi kuat antara kementerian, dinas provinsi, dinas daerah, dan para petani ini diharapkan mampu memperkuat produktivitas padi di Karawang sekaligus meningkatkan kesejahteraan buruh tani secara menyeluruh. (red)


