Ketua BPC HIPMI Karawang, David, menyampaikan bahwa FGD ini terselenggara untuk mendukung sinkronisasi kebijakan pusat dan daerah dalam menyokong dunia industri. Selain itu, forum ini menjadi wadah mencari solusi konkret atas keluhan para pelaku industri terkait insiden pemadaman listrik yang terjadi beberapa waktu lalu.
Karawang, otentiknews.click – Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kabupaten Karawang menggelar Focus Group Discussion (FGD) dengan mengangkat tema “Sinkronisasi Kebijakan Pusat dan Daerah untuk Mendukung Keberlanjutan Industri Hilirisasi Energi” bertempat di Club House Kota Kertabumi, Kamis (16/7/2026).

FGD tersebut menghadirkan sejumlah narasumber kompeten, yaitu Manager External Relation Jawa Satu Power Tig Djulianto, Area Head PGN Karawang Wuriana Irawati, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop UKM) Karawang Dindin Rachmayadhy, serta Iwan Ridwan Fatahillah. Agenda ini juga dihadiri langsung oleh Ketua BPC HIPMI Karawang beserta pengurus, serta Ketua Kadin Karawang Aris Susanto beserta jajaran.
Ketua BPC HIPMI Karawang, David, menyampaikan bahwa FGD ini terselenggara untuk mendukung sinkronisasi kebijakan pusat dan daerah dalam menyokong dunia industri.
Selain itu, forum ini menjadi wadah mencari solusi konkret atas keluhan para pelaku industri terkait insiden pemadaman listrik yang terjadi beberapa waktu lalu.
“Pemadaman listrik yang terjadi beberapa waktu lalu sangat berdampak pada perputaran roda usaha para pelaku industri,” ucap David saat memberikan keterangan kepada awak media, Kamis (16/7/2026).
David menambahkan, para pelaku industri menaruh harapan besar kepada para stakeholder pemegang kebijakan energi di daerah maupun pusat.
Mereka mendesak agar pemadaman listrik secara bergantian tidak terulang kembali demi memastikan operasional usaha terus berjalan lancar tanpa hambatan.
Melalui momentum ini, ia menegaskan bahwa BPC HIPMI Karawang berkomitmen penuh untuk selalu bersinergi mendukung kebijakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang.
Langkah ini diambil guna mendorong perkembangan dunia industri serta menjaga iklim investasi yang sehat dan kondusif di Karawang. (red)


