23.5 C
New York
Sabtu, Agustus 15, 2026
spot_img

Kemerdekaan Bukan Sekadar Seremoni, DPD LSM GMBI Karawang dan IAI Rakeyan Santang Buka Akses Beasiswa S1 Hukum

spot_img

“Bagi kami, makna ‘Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju’ tidak boleh berhenti sebagai slogan. Persatuan harus melahirkan kerja nyata yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Salah satunya melalui pendidikan,” ujar Asep Mulyana dalam keterangan resminya, Sabtu (15/8/2026). 

Karawang, otentiknews.click – Di usia Republik Indonesia yang menginjak 81 tahun, makna kemerdekaan sepatutnya tidak lagi berhenti pada sebatas kibaran bendera Merah Putih atau kemeriahan seremonial tahunan, Kemerdekaan sejati harus mewujud dalam bentuk nyata:

*Kesempatan yang sama bagi setiap warga negara untuk belajar, memahami hukum, dan berdaulat atas masa depannya sendiri.

*Menjawab tantangan zaman tersebut, sebuah langkah konkret diambil di level daerah.

Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Swadaya Masyarakat Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (DPD LSM GMBI) Distrik Karawang resmi menjalin kolaborasi strategis di bidang pendidikan dengan Institut Agama Islam Rakeyan Santang (IAI Rakeyan Santang) Karawang.

Kerja sama ini membuka akses bagi anggota GMBI beserta keluarganya untuk menempuh jenjang S1 Hukum pada Program Studi Hukum Keluarga Islam.

Berita Lainnya  Ketua MOI Apresiasi 100 Hari Kerja Dandim Nanda, Dorong Sinergi Pers dan Kodim Karawang

Program ini menjadi angin segar di tengah tingginya biaya pendidikan tinggi saat ini.

Melalui kemitraan tersebut, para mahasiswa dari keluarga besar GMBI Karawang akan mendapatkan beasiswa potongan SPP sebesar 50% hingga Semester 8 atau sampai mereka menyelesaikan studinya.

Foto: Ketua DPD LSM GMBI Distrik Karawang, Asep Mulyana, SE (dok.istimewa)

Ketua DPD LSM GMBI Distrik Karawang, Asep Mulyana, SE., menegaskan bahwa langkah ini merupakan manifestasi langsung dari tema besar HUT ke-81 RI tahun 2026, yaitu “Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju”.

Menurutnya, organisasi masyarakat harus mengambil peran aktif dalam investasi jangka panjang terhadap kualitas sumber daya manusia (SDM).

“Bagi kami, makna ‘Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju’ tidak boleh berhenti sebagai slogan. Persatuan harus melahirkan kerja nyata yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Salah satunya melalui pendidikan,” ujar Asep Mulyana dalam keterangan resminya, Sabtu (15/8/2026).

Berita Lainnya  Ketua Bidang Tanggap Bencana DPD PSI Karawang Setiawan Adriell Salurkan Bantuan Kursi Roda untuk Warga Batujaya

Lebih lanjut ia mengatakan, Kemerdekaan harus membuat rakyat semakin berdaya. Dan pendidikan adalah salah satu cara paling fundamental untuk membuat manusia berdaya.

“Karena itu, kami ingin semangat kemerdekaan tahun ini tidak hanya diwujudkan melalui seremoni, tetapi melalui investasi jangka panjang terhadap sumber daya manusia,” tegasnya.

Urgensi Literasi Hukum di Tengah Masyarakat:

Sebagai negara hukum, Indonesia membutuhkan masyarakat yang tidak sekadar menjadi objek aturan, melainkan subjek yang paham akan hak dan kewajibannya.

Di tengah kompleksitas problem sosial, ekonomi, agraria, hingga ketenagakerjaan saat ini, penguatan literasi hukum dinilai menjadi urgensi yang mendesak.

Pendidikan hukum yang diinisiasi dalam program ini tidak bertujuan menciptakan masyarakat yang gemar berperkara di pengadilan.

Sebaliknya, pemahaman aturan yang matang akan melahirkan warga negara yang bijak—tahu kapan harus mempertahankan hak, kapan harus mengedepankan musyawarah, dan bagaimana menghormati hak-hak orang lain secara beradab.

Pendidikan Sebagai Senjata Perjuangan Modern:

Berita Lainnya  Sikapi Kasus KPR BTN, PT BAS Nyatakan Sikap Kooperatif dan Dukung Kejari Karawang

Jika generasi terdahulu mengangkat bambu runcing untuk mengusir penjajah, maka generasi hari ini menghadapi musuh berupa ketidaktahuan, ketimpangan akses, dan pesatnya perubahan global.

Senjata terbaik untuk memenangkan kedaulatan di masa sekarang adalah ilmu pengetahuan dan kompetensi.

Kolaborasi antara LSM GMBI Karawang dan IAI Rakeyan Santang ini membuktikan bahwa ruang-ruang kuliah adalah tempat masa depan bangsa dirajut kembali.

Program beasiswa ini menjadi bukti humanis dari esensi kemerdekaan, di mana seorang kepala keluarga, pekerja, maupun kader organisasi yang sempat melepaskan mimpi akademisnya karena keterbatasan ekonomi, kini bisa kembali membuka buku demi memperbaiki taraf hidup.

Dari Karawang, sebuah pesan kuat dikirimkan ke seluruh penjuru negeri:

Indonesia Maju tidak hanya dirancang dari pusat kekuasaan, melainkan dibangun dari ruang-ruang kelas, komunitas, dan dari setiap individu yang menolak berhenti belajar, Merdeka bukan sekadar bebas, merdeka adalah berdaya. (red)

BERITA LAINNYA

POLITIK

- Advertisement -spot_img

HUKUM & KRIMINAL

PERISTIWA

INDEKS

BERITA POPULER