-3 C
New York
Sabtu, Februari 7, 2026
spot_img

LBH Arya Mandalika Kecewa, Audiensi Dugaan Jual Beli Tanah Negara Dengan BPN Gagal Digelar

spot_img

Direktur LBH Arya Mandalika, Rivaldo Sanova mengatakan, audiensi tersebut sedianya digelar untuk membahas kasus dugaan jual beli tanah negara yang dilakukan pihak Galuh Mas.

Karawang, otentiknews.click – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Arya Mandalika menyampaikan kekecewaan terhadap sikap pihak Badan Pertanahan Negara (BPN) Kabupaten Karawang.

Hal tersebut menyusul gagalnya audiensi yang akan digelar di Kantor BPN, Jalan A. Yani By-pass Karawang, yang telah dijadwalkan pada hari Selasa (27/8/2024).

Foto LBH Arya Mandalika (istimewa)

Direktur LBH Arya Mandalika, Rivaldo Sanova mengatakan, audiensi tersebut sedianya digelar untuk membahas kasus dugaan jual beli tanah negara yang dilakukan pihak Galuh Mas.

Berita Lainnya  Satu Tahun Pemerintahan Aep-Maslani, Pengamat : Kecil Kemungkinan Lupakan Janji Politiknya, Masih On The Track

“Kami sangat menyayangkan gagalnya audiensi hari ini tanpa alasan yang jelas dari pihak BPN, karena seminggu sebelumnya kami sudah mengirimkan surat permohonan audiensi ke BPN Karawang dengan mengundang pihak terkait yaitu Galuh Mas dan BBWS, kami sangat menyesalkan pihak pihak tersebut tidak hadir pada undangan audiensi ini,” ucapnya kepada awak media.

Rivaldo menegaskan, pihaknya akan terus mengawal kasus dugaan jual beli tanah negara, karena jelas menurut undang undang, tanah milik negara tidak boleh diperjual belikan.

Berita Lainnya  Pemerintah Jangan Saling Lempar Tanggungjawab, KAMI Soroti Kondisi Jalan Nasional Rusak dan Berlubang Timbulkan Korban Jiwa! 

“LBH Arya Mandalika sudah melaporkan ke Aparat Penegak Hukum (APH) terkait dugaan adanya gratifikasi ke pejabat pejabat berwenang terkait jual beli tanah negara, kami mendesak APH segera mengusut siapa saja pejabat berwenang yang terlibat dalam dugaan jual beli tanah negara di Galuh Mas,” pungkasnya. (rls/jat) 

BERITA LAINNYA

POLITIK

- Advertisement -spot_img

HUKUM & KRIMINAL

PERISTIWA

INDEKS

BERITA POPULER