Dalam penjelasannya, 31 pejabat yang dilantik meliputi lima pejabat struktural (tiga pejabat administrator dan dua pejabat pengawas), tiga kepala puskesmas, serta 23 kepala sekolah yang terdiri atas 18 kepala sekolah dasar negeri (SDN) dan lima kepala sekolah menengah pertama (SMPN).
Karawang, otentiknews.click — Bupati Karawang Aep Syaepuloh secara resmi melantik 31 pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang. Acara pelantikan berlangsung khidmat di Aula Husni Hamid, Kompleks Kantor Pemda Karawang, pada Jumat (23/10/2026).
Dalam penjelasannya, 31 pejabat yang dilantik meliputi lima pejabat struktural (tiga pejabat administrator dan dua pejabat pengawas), tiga kepala puskesmas, serta 23 kepala sekolah yang terdiri atas 18 kepala sekolah dasar negeri (SDN) dan lima kepala sekolah menengah pertama (SMPN).

Bupati Aep menegaskan bahwa seluruh pejabat terpilih harus segera mengimplementasikan visi dan misi Pemkab Karawang yang termaktub dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) ke dalam program nyata.
“Harapan saya, semuanya harus betul-betul bisa mengimplementasikan visi dan misi pemerintah daerah yang sudah tertuang dalam RPJMD untuk lima tahun ke depan,” kata Aep dalam sambutannya.
Aep juga menyoroti pentingnya merobohkan tembok ego sektoral antar-instansi. Menurutnya, pembenahan wilayah butuh kolaborasi aktif dari seluruh jajaran, mulai dari tingkat dinas hingga kecamatan.

Sebagai contoh, penanganan jalan rusak tidak boleh melulu dianggap sebagai urusan tunggal Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Para camat diinstruksikan untuk turun langsung memantau kondisi di lapangan.
“Jangan sampai ada pekerjaan di daerah, lalu mengatakan itu pekerjaan PUPR. Camat harus hadir, harus menjadi bagian dari perubahan itu. Minimal ikut mengecek,” ujar Aep.
Aep menegaskan bahwa jabatan adalah amanah yang dievaluasi secara berkala berdasarkan hasil kerja nyata. Ia tak segan melayangkan sanksi rotasi jika kinerja pejabat berada di bawah standar.
“Walaupun Bapak dan Ibu sudah bertugas, kami tetap melakukan evaluasi kinerja. Ini menjadi komitmen kami. Jadi, harus sesuai dengan hasil evaluasinya. Kalau tidak, pasti dipindahtugaskan,” tegasnya.
Di bidang pendidikan, Bupati berpesan agar perbaikan sarana-prasarana diimbangi dengan peningkatan mutu pembelajaran. Terkait program Lembar Kerja Siswa (LKS) gratis, Aep menargetkan capaian 100 persen untuk seluruh mata pelajaran SD pada tahun depan. Saat ini, LKS gratis SD baru mencakup lima dari sembilan mata pelajaran, sedangkan tingkat SMP sudah terpenuhi seluruhnya.
“Pendidikan harus semakin baik. Sarana dan prasarana sudah kita tingkatkan, sekarang kualitasnya juga harus bagus. Saya berharap tahun depan LKS gratis bisa 100 persen,” tuturnya seraya mengapresiasi guru-guru lokal yang berpartisipasi menyusun modul.
Sementara di sektor kesehatan, tiga kepala puskesmas baru diminta meningkatkan responsivitas layanan dan keterjangkauan akses bagi warga.
Menutup arahannya, Bupati Aep mengajak seluruh jajaran menjaga integritas serta memperkuat kerja sama tim (teamwork) demi pelayanan publik yang optimal. (red)


