Pertemuan ini menjadi momentum strategis dalam mempererat tali silaturahmi, membangun komunikasi kebangsaan, serta menyuarakan berbagai aspirasi krusial para peternak di Kabupaten Karawang.
Solo, otentiknews.click — Jajaran pengurus Serikat Peternak Karawang (SPK) melaksanakan kunjungan silaturahmi ke kediaman pribadi Presiden ke-7 Republik Indonesia, Bapak Ir. H. Joko Widodo, di Solo, Jawa Tengah.
Pertemuan ini menjadi momentum strategis dalam mempererat tali silaturahmi, membangun komunikasi kebangsaan, serta menyuarakan berbagai aspirasi krusial para peternak di Kabupaten Karawang.
Kedatangan rombongan Serikat Peternak Karawang disambut dengan hangat oleh Bapak Joko Widodo.
Sambutan penuh kekeluargaan ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi organisasi yang lahir dan dibesarkan dengan misi utama memperjuangkan kepentingan peternak kecil, menengah, serta seluruh masyarakat yang menggantungkan hidupnya pada sektor peternakan.
Silaturahmi ini bukan sekadar kunjungan seremonial, melainkan langkah nyata untuk membangun jembatan komunikasi antara pelaku usaha peternakan di daerah dengan figur pemimpin bangsa yang memiliki pengalaman luas dalam kepemimpinan nasional.
Dalam pertemuan tersebut, Serikat Peternak Karawang menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi aktif dalam pembangunan sektor peternakan, memperkuat ketahanan pangan nasional, serta mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat peternak secara menyeluruh.
Jokowi Sambut Baik Silaturahmi Serikat Peternak Karawang

Bapak Ir. H. Joko Widodo menyambut positif kehadiran Serikat Peternak Karawang di kediamannya. Pertemuan ini menghadirkan ruang dialog yang hangat untuk memperkenalkan organisasi, memaparkan visi-misi, serta mendiskusikan berbagai persoalan riil yang dihadapi para peternak di lapangan.
Dalam suasana yang akrab dan konstruktif, dialog ini diharapkan mampu memberikan arah positif serta solusi konkret bagi kemajuan sektor peternakan di Kabupaten Karawang.
Berbagai pandangan dan masukan yang disampaikan menjadi bahan berharga dalam merumuskan kebijakan pembangunan peternakan yang berkelanjutan dan berpihak kepada kesejahteraan rakyat.
Serikat Peternak Karawang berharap pertemuan ini menjadi landasan awal bagi terbangunnya komunikasi berkelanjutan, sehingga suara para peternak dapat memperoleh ruang perhatian yang lebih luas dalam agenda strategis ketahanan pangan nasional.

Kang Tomi Rimansah S.IP Soroti Persoalan Peternak yang Termajinalkan
Dalam keterangannya pada Senin, 02 November 2026 Ketua Umum Serikat Peternak Karawang, Kang Tomi Rimansah S.IP, menyampaikan pandangan serta keprihatinannya yang mendalam terhadap kondisi peternak kecil yang selama ini masih menghadapi berbagai tantangan struktural.
Menurutnya, sektor peternakan memegang peranan vital dalam menopang ketahanan pangan nasional. Namun, di balik kontribusi besar tersebut, masih banyak persoalan mendasar yang belum mendapatkan perhatian optimal.
Kang Tomi menyoroti bagaimana peternak kecil kerap merasa termajinalkan dalam berbagai kebijakan maupun program pembangunan ekonomi.
“Para peternak di tingkat bawah masih berjuang secara mandiri untuk mempertahankan usahanya. Mulai dari himpitan biaya produksi, ketersediaan pakan, keterbatasan akses permodalan, tantangan pemasaran hasil ternak, hingga minimnya perlindungan terhadap keberlangsungan usaha peternakan rakyat,” tegas Kang Tomi.
Ia menekankan bahwa peternak tidak boleh sekadar dipandang sebagai penyedia komoditas pangan. Lebih dari itu, mereka adalah pilar utama kekuatan ekonomi kerakyatan yang wajib dilindungi, diberdayakan, dan diperhatikan secara serius.
Kehadiran Serikat Peternak Karawang merupakan ikhtiar kolektif agar para peternak tidak lagi berjalan sendiri-sendiri, melainkan memiliki daya dorong dan posisi tawar yang kuat melalui organisasi yang terorganisasi.
Harga Pakan Mahal: Beban Berat yang Ancam Keberlangsungan Usaha
Salah satu isu utama yang mendapat sorotan tajam dari Kang Tomi Rimansah S.IP adalah tingginya harga pakan ternak yang menjadi beban finansial berat bagi peternak kecil dan menengah.
Pakan merupakan komponen pengeluaran terbesar dalam struktur biaya usaha peternakan.
Ketika harga pakan terus melambung sementara harga jual komoditas di tingkat peternak tidak sebanding dengan biaya produksi, ancaman kerugian hingga gulung tikar berada di depan mata.
Untuk mengatasi persoalan ini, Serikat Peternak Karawang mendesak adanya langkah intervensi konkret dari pemerintah pusat, daerah, serta para pemangku kepentingan terkait:
*Mendorong ketersediaan pakan berkualitas dengan harga yang lebih terjangkau.
*Memperkuat sistem distribusi pakan secara merata.
*Mengembangkan bahan baku pakan alternatif berbasis potensi lokal.
*Memberdayakan koperasi peternak dan memperluas akses terhadap sarana produksi murah.
*Kolaborasi, Sinergi, dan Komitmen “Naik Level”
Pertemuan dengan Bapak Ir. H. Joko Widodo juga memperkuat komitmen Serikat Peternak Karawang untuk terus menjalin kolaborasi strategis dengan pemerintah, dunia usaha, akademisi, serta elemen masyarakat lainnya.
Organisasi hadir bukan sebagai pesaing, melainkan sebagai wadah perjuangan dan pemberdayaan.
Kang Tomi mengajak seluruh peternak di Karawang untuk memiliki keberanian bersatu, meningkatkan kapasitas usaha, dan memperjuangkan hak-hak melalui jalur yang konstruktif.
“Peternak Bersatu, Sejahtera dan Naik Level! Melindungi Peternak Kecil, Menguatkan Ketahanan Pangan,” pungkas Kang Tomi menutup pertemuan tersebut.
Dengan semangat kebersamaan, Serikat Peternak Karawang bertekad untuk terus mengawal masa depan sektor peternakan yang mandiri, berdaya saing, dan berkeadilan bagi seluruh masyarakat. (red)


