Rapat darurat ini merupakan tindak lanjut dari arahan Menteri Pertanian RI terkait mitigasi risiko kekeringan di sentra produksi padi nasional.
Karawang, otentiknews.click –Â Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang bergerak cepat merespons laporan penurunan debit air irigasi yang mengancam sektor pertanian. Rapat Koordinasi Penanganan Kekeringan digelar di Lt. 3 Gedung Singaperbangsa, Karawang, pada Sabtu, 15 Agustus 2026,
Ha ini dilakukan guna memitigasi risiko gagal panen yang mengintai kurang lebih 1.000 hektar sawah di Kecamatan Pakisjaya.

Rapat darurat ini merupakan tindak lanjut dari arahan Menteri Pertanian RI terkait mitigasi risiko kekeringan di sentra produksi padi nasional.
Agenda strategis ini melibatkan kolaborasi lintas sektor antara Kementerian Pertanian (Kementan), Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR), BBWS, serta Perum Jasa Tirta (PJT) II.
Sinergi Lintas Sektor untuk Solusi Cepat
Untuk mengamankan swasembada pangan nasional, Pemkab Karawang bersama instansi terkait menetapkan beberapa langkah taktis:
* Pembersihan Jaringan Irigasi: Sekretaris Daerah Karawang, H. Asep Aang Rahmatullah, S.STP., M.P., menginstruksikan Camat dan Kepala Desa untuk membagi peran dalam pengelolaan sampah wilayah.
Langkah ini diambil untuk memperkuat kolaborasi bersama BBWS dan PJT II dalam memelihara jaringan irigasi primer, sekunder, dan tersier.
* Bantuan Alat Berat: Kementan melalui Direktorat Jenderal terkait siap menurunkan 20 unit alat berat (Beko) di bawah komando Bupati Karawang.
Fasilitas ini dialokasikan untuk mempercepat proses pengerukan dan pembersihan saluran air yang tersumbat.
* Perlindungan Lahan Pertanian: Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh, SE., menegaskan komitmen pemerintah untuk mempertahankan lahan sawah teknis seluas hampir 87.000 hektar dari ancaman alih fungsi lahan menjadi kawasan permukiman maupun industri.

Target Produksi Beras Tetap Optimal
Kabupaten Karawang menargetkan produksi beras tetap berada di level optimal dengan capaian 1,45 juta ton gabah kering panen per tahun.
Petani Karawang dinyatakan sangat siap mendukung peningkatan Indeks Pertanaman (IP), namun pembenahan prasarana air tetap menjadi prioritas utama yang mendesak.
“Karawang memiliki kontribusi luar biasa terhadap pasokan pangan nasional. Kami bersama KemenPUPR berkomitmen membantu pembenahan prasarana irigasi ini agar petani tidak terkendala pasokan air dan dapat panen secara maksimal tiga bulan ke depan,” tegas perwakilan Ditjen Kementan.
Melalui langkah cepat dan sinergi yang kuat ini, Pemkab Karawang optimistis krisis air dapat teratasi sekaligus menjaga stabilitas pangan di tingkat regional maupun nasional. (red)


